Berita Hari Ini – 06 April 2026 | Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, meledak pada malam Rabu (1 April 2026) dan memicu kebakaran dahsyat yang menewaskan dua orang sekaligus menimbulkan kerusakan luas pada lingkungan sekitar. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat bahwa kebakaran tersebut berdampak pada 19 rumah warga, menambah beban sosial dan ekonomi yang harus dihadapi oleh masyarakat setempat.
Rangkaian Kejadian dan Penyebab Kebakaran
Pada malam kejadian, warga melaporkan bau gas yang menyengat di sekitar area SPBE. Penyelidikan awal mengindikasikan bahwa kebocoran gas dipicu oleh korsleting listrik, yang kemudian menyalakan gas dan menghasilkan ledakan besar. Pelaksana Tugas (Plt.) Kadisdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto, menyatakan bahwa informasi tersebut didapatkan dari saksi mata yang berada di dekat lokasi.
Akibat ledakan, struktur SPBE mengalami kerusakan hampir total, mengakibatkan kebakaran yang meluas ke area sekitarnya. Api dengan cepat menyebar, menimbulkan kepanikan di kalangan pekerja dan warga sekitar.
Korban Jiwa dan Luka Bakar
Dua orang yang menjadi korban tewas adalah Suyadi (62 tahun) dan Jaimun (61 tahun), keduanya bertugas sebagai sekuriti di SPBE pada saat kejadian. Suyadi mengalami luka bakar hingga 90 % tubuh, sementara Jaimun menderita luka bakar sampai 97 % tubuh. Keduanya sempat dirawat intensif di dua fasilitas kesehatan terkemuka, namun kondisi mereka tidak kunjung membaik dan akhirnya meninggal pada 6 April 2026.
Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, menyampaikan rasa duka cita kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa korban telah ditangani oleh BPJS Ketenagakerjaan serta dimakamkan pada malam harinya.
Dampak pada Rumah Penduduk
BPBD melaporkan bahwa kebakaran mengakibatkan 19 rumah warga mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan ringan pada fasad hingga kerusakan struktural yang mengharuskan penghuni mengungsi sementara. Daftar kerusakan meliputi:
- Kerusakan pada atap dan dinding akibat paparan api dan asap.
- Kerusakan pada instalasi listrik internal yang menyebabkan bahaya kebakaran lanjutan.
- Kerusakan pada perabotan rumah tangga, termasuk peralatan dapur dan elektronik.
- Kerusakan pada sistem pipa air yang mengakibatkan kebocoran dan kerusakan lantai.
Tim BPBD bersama Dinas Kesehatan Kota Bekasi serta pihak kepolisian terus melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan darurat kepada keluarga korban serta penghuni rumah yang terdampak. Bantuan meliputi penyediaan tenda darurat, makanan, serta bantuan medis bagi yang mengalami luka bakar ringan.
Upaya Penanggulangan dan Pemulihan
Pemerintah kota Bekasi segera mengerahkan tim pemadam kebakaran, unit SAR, dan tenaga medis untuk mengendalikan situasi. Seluruh area SPBE kini berada di zona karantina, dan penyelidikan forensik masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kebocoran gas dan korsleting listrik.
Selain penanganan darurat, otoritas setempat merencanakan renovasi dan perbaikan infrastruktur SPBE agar tidak terjadi kembali insiden serupa. Rencana tersebut mencakup pemasangan sistem deteksi gas modern, perbaikan instalasi listrik, serta pelatihan keamanan bagi seluruh pekerja SPBE.
Warga sekitar, khususnya yang kehilangan rumah atau harta benda, diharapkan dapat mengajukan klaim bantuan melalui kantor BPBD setempat. Pemerintah daerah juga berjanji untuk mempercepat proses kompensasi guna meminimalisir beban ekonomi yang ditanggung oleh keluarga korban.
Kasus kebakaran SPBE di Bekasi mengingatkan pentingnya standar keselamatan pada fasilitas penyimpanan dan distribusi bahan bakar cair. Kegagalan dalam pemeliharaan dan pengawasan dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi pekerja di lokasi, tetapi juga bagi masyarakat luas yang tinggal di sekitarnya.
Dengan penanganan cepat dan koordinasi lintas sektor, diharapkan dampak sosial ekonomi dari tragedi ini dapat diminimalisir, serta langkah-langkah pencegahan dapat diterapkan secara menyeluruh untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.