Berita Hari Ini – 07 April 2026 | Pada pagi hari Selasa, 2 April 2026, sebuah bus beroperasi dengan nama Restu mengalami kecelakaan tunggal yang berujung pada tergulingnya kendaraan di jalur tol Jombang-Mojokerto, tepatnya di kilometer 719. Kecelakaan tersebut menewaskan satu orang dan melukai 15 orang penumpang serta sopir, menimbulkan kepanikan di antara pengguna tol dan memaksa pihak berwenang menutup sementara jalur tersebut untuk proses evakuasi.
Rincian Kejadian
Menurut saksi mata yang berada di lokasi, bus Restu tiba-tiba kehilangan kendali setelah menabrak kendaraan ringan yang sedang berada di bahu jalan. Dampak benturan tersebut menyebabkan bus meluncur, menabrak pembatas jalur, dan berakhir dengan posisi terguling di arah berlawanan. Kondisi jalan pada saat itu cukup basah akibat hujan ringan yang turun beberapa jam sebelumnya, menambah faktor licinnya permukaan jalan.
Korban dan Penanganan Medis
Tim SAR, pemadam kebakaran, serta unit medis ambulans dikerahkan dalam hitungan menit setelah laporan diterima. Korban yang meninggal adalah seorang penumpang pria berusia 42 tahun yang mengalami luka kepala berat. Lima belas penumpang lainnya mengalami berbagai tingkat luka, mulai dari memar ringan hingga patah tulang. Berikut rincian singkat korban:
- 1 orang meninggal (luka kepala)
- 3 orang luka berat (patah tulang, memar dalam)
- 7 orang luka sedang (memar, luka memar)
- 5 orang luka ringan (memar, luka ringan)
Semua korban yang selamat segera dibawa ke rumah sakit terdekat, antara lain RSUD Jombang dan RSUD Mojokerto, untuk mendapatkan perawatan intensif.
Respon Kepolisian dan Dinas Perhubungan
Pihak kepolisian wilayah Jawa Timur (Polresta Jombang) bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur segera mengevakuasi bus yang terguling dan melakukan pembersihan puing-puing di lokasi. Jalan tol Jombang-Mojokerto ditutup selama sekitar tiga jam, kemudian dibuka kembali dengan pengaturan satu arah sambil menunggu tim investigasi menyelesaikan proses dokumentasi.
Kapolresta Jombang, Kombes Pol. Hadi Santoso, menyatakan bahwa penyebab utama kecelakaan masih dalam penyelidikan, namun dugaan awal mengarah pada faktor kecepatan berlebih dan kondisi jalan yang licin. Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dra. Endang Wulansari, menekankan pentingnya pengecekan rutin kendaraan komersial serta pelatihan mengemudi khusus untuk rute tol.
Penyelidikan Lebih Lanjut
Tim investigasi telah mengamankan rekaman CCTV dari pos pengawas tol serta meneliti data logger yang terpasang pada kendaraan. Wawancara dengan sopir bus, saksi mata, serta petugas yang berada di lokasi juga sedang diproses. Hasil akhir penyelidikan diharapkan dapat dipublikasikan dalam waktu satu minggu mendatang.
Dampak terhadap Lalu Lintas
Penutupan sementara jalur tol menyebabkan kemacetan di rute alternatif, terutama di jalur Jombang‑Bojonegoro. Pengguna jalan tol disarankan menggunakan jalur alternatif melalui jalur nasional atau menunda perjalanan jika tidak mendesak. Pihak pengelola tol, PT Jasa Marga, telah mengumumkan bahwa akan meningkatkan pemantauan kondisi jalan secara real‑time guna mencegah kejadian serupa.
Langkah Preventif ke Depan
Pemerintah daerah dan pusat telah berkomitmen untuk memperketat standar keselamatan pada transportasi umum, termasuk:
- Pengecekan berkala terhadap sistem rem dan ban kendaraan.
- Penerapan sistem GPS dan pemantauan kecepatan pada semua bus inter‑city.
- Pelatihan ulang bagi pengemudi mengenai teknik mengemudi di kondisi cuaca buruk.
Upaya-upaya tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kecelakaan di jaringan jalan tol, yang selama beberapa tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan.
Kasus bus Restu yang terguling ini menjadi pengingat keras akan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi keselamatan serta kesiapan infrastruktur jalan dalam menghadapi cuaca yang tidak menentu. Selama proses penyelidikan berlangsung, keluarga korban dan masyarakat diharapkan dapat memperoleh dukungan dan informasi yang transparan dari pihak berwenang.