Kejadian Menggempar: Lantai Hotel di Mallorca Ambruk, 150 Tamu Dievakuasi
Berita Hari Ini – 10 April 2026 | Sabtu malam, 9 April 2026, sebuah insiden menegangkan mengguncang pulau wisata Mallorca ketika lantai ruang makan di Hotel Rey Don Jaime di Santa Ponça runtuh secara tiba-tiba. Kejadian yang terjadi sekitar pukul 21.30 WIB tersebut menelan lebih dari 150 tamu yang harus dievakuasi secara cepat, serta melukai empat orang dengan cedera ringan.
Menurut laporan petugas pemadam kebakaran dan Garda Sipil setempat, penyebab runtuhnya lantai masih dalam penyelidikan. Sumber awal menyebutkan bahwa struktur lantai kemungkinan tidak diperkokoh dengan jaringan besi (mesh) yang memadai, sehingga seiring usia bangunan, beban yang ditanggung menjadi tidak stabil dan akhirnya menyeret bagian lantai melorot ke dalam ruang makan seluas sekitar 30 meter.
Proses Evakuasi dan Penanganan Korban
Setelah runtuhan terjadi, tim pemadam kebakaran dari stasiun Calvià bersama ambulans, patroli Polisi Lokal, serta Garda Sipil segera meluncur ke lokasi. Mereka mengevakuasi seluruh penghuni hotel, termasuk tamu yang berada di kamar serta staf, dengan mengandalkan jalur darurat. Korban yang mengalami cedera, empat orang, langsung diberikan pertolongan pertama oleh tim medis dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lanjutan. Hingga saat ini, tidak ada laporan mengenai luka serius atau korban jiwa.
Reaksi Pengunjung dan Keterangan Pihak Hotel
Para tamu yang tengah menikmati makan malam di ruang makan melaporkan sensasi tanah bergetar sebelum lantai menyerupai lubang yang menelan meja dan kursi. “Suara yang terdengar seperti ledakan, debu berterbangan, dan orang-orang berlari panik,” ujar seorang pasangan wisatawan asal Spanyol. Sementara pihak manajemen hotel menyatakan kesedihan mendalam atas insiden tersebut dan menegaskan komitmen mereka untuk bekerja sama dengan otoritas dalam proses investigasi serta melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh fasilitas.
Insiden Serupa di Benidorm Menambah Kekhawatiran
Runtuhnya lantai Hotel Rey Don Jaime bukanlah insiden pertama yang menimpa sektor perhotelan di Spanyol pada pekan ini. Beberapa hari sebelumnya, pada hari Minggu Paskah, atap restoran di Poseidon Palace, Benidorm, runtuh secara mendadak, menimbulkan kebisingan yang terdengar hingga kolam renang. Tujuh wisatawan, termasuk seorang anak kecil, mengalami luka ringan. Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa tersebut menimbulkan kepanikan massal karena sebagian besar pengunjung mengira terjadi ledakan.
Insiden di Benidorm memicu pertanyaan mengenai standar keselamatan bangunan tua yang banyak beroperasi di kawasan turistik. Kedua peristiwa ini menyoroti pentingnya inspeksi struktural rutin, terutama pada bangunan yang telah berusia lebih dari dua dekade.
Langkah-Langkah Pemerintah dan Penyidikan
Garda Sipil telah membuka penyelidikan resmi untuk mengidentifikasi faktor teknis yang menyebabkan runtuhnya lantai. Tim forensik akan memeriksa dokumen perizinan, catatan perawatan, serta kondisi material konstruksi. Jika terbukti kelalaian dalam pemeliharaan atau pelanggaran standar bangunan, pihak hotel dapat dikenai sanksi administratif atau pidana.
Pemerintah daerah Calvià menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan frekuensi inspeksi pada hotel dan restoran yang beroperasi di wilayah tersebut. “Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Kami tidak akan menutup mata terhadap potensi bahaya yang dapat menimbulkan tragedi,” kata seorang juru bicara otoritas setempat.
Seruan Serikat Pekerja Terhadap Risiko Kesehatan di Pabrik Sampah
Pada saat yang sama, serikat pekerja di Mallorca mengeluarkan pernyataan keras menuding adanya “risiko kesehatan kerja serius” di fasilitas pengolahan limbah utama pulau. Meskipun rincian lengkap belum tersedia karena akses ke dokumen terbatas, serikat menuntut pemeriksaan menyeluruh terhadap prosedur operasional dan perlindungan pekerja. Situasi ini menambah tekanan pada otoritas lokal untuk meninjau kembali standar keselamatan di berbagai sektor, tidak hanya pariwisata.
Secara keseluruhan, rangkaian insiden ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan wisatawan, pelaku industri perhotelan, serta regulator. Diharapkan bahwa tindakan korektif yang cepat dan transparan akan mengembalikan rasa aman bagi para pengunjung Mallorca, sekaligus mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.