6 Juli 2026
ChatGPT Image 12 Jun 2026, 10.17.30

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Perhelatan akbar Piala Dunia 2026 yang berlangsung di tiga negara tuan rumah—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—telah resmi bergulir. Sebagai pencinta sepak bola di tanah air, Anda tentu menyambut gembira kabar bahwa Televisi Republik Indonesia (TVRI) bertindak sebagai salah satu pemegang hak siar utama (official broadcaster) yang menayangkan pertandingan-pertandingan seru dari berbagai grup secara gratis (Free-to-Air).

Namun, kegembiraan tersebut kerap kali berubah menjadi kekecewaan yang mendalam ketika layar kaca mendadak gelap gulita alias diacak tepat saat wasit meniup peluit tanda pertandingan dimulai. Masalah siaran diacak, munculnya pesan “No Signal”, “Scrambled Channel”, hingga layar hitam berlogo gembok adalah persoalan klasik yang selalu berulang setiap kali turnamen sepak bola internasional berskala besar digelar.

Bagi masyarakat awam, fenomena ini sering memicu kebingungan dan kekesalan. “Mengapa stasiun TV nasional yang dibiayai oleh publik justru mengunci siarannya saat ada tontonan berkualitas?” atau “Bagaimana cara membuka acakan ini tanpa harus mengeluarkan biaya mahal?” adalah dua pertanyaan yang paling sering diajukan di berbagai forum diskusi dan media sosial.

Artikel komprehensif ini akan mengupas tuntas alasan teknis dan hukum di balik pengacakan siaran TVRI, memetakan siapa saja yang terdampak, memberikan panduan solusi paling ampuh dan legal, serta mengulas berbagai alternatif modern agar Anda tidak melewatkan satu gol pun dari tim nasional favorit Anda di Piala Dunia 2026.

Mengapa Siaran TVRI Diacak Saat Piala Dunia 2026?

Sebelum kita membahas langkah-langkah solutif, sangat penting bagi kita untuk memahami akar permasalahannya dari sudut pandang industri penyiaran dan hukum internasional. Pengacakan siaran sama sekali tidak berkaitan dengan keinginan TVRI untuk menyulitkan masyarakat. Ini adalah langkah wajib yang harus diambil demi mematuhi regulasi global yang sangat ketat.

1. Batasan Hak Siar Teritorial (Geoblocking)

FIFA (Fédération Internationale de Football Association) selaku badan tertinggi sepak bola dunia menjual hak siar Piala Dunia berdasarkan prinsip wilayah geografis atau teritorial negara. TVRI dalam hal ini hanya membeli hak komersial untuk menayangkan pertandingan di dalam wilayah teritorial Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Masalah teknis muncul karena sifat dari media penyiaran itu sendiri, terutama yang berbasis satelit. Jika TVRI membiarkan siarannya dipancarkan secara bebas tanpa enkripsi melalui satelit, maka sinyal tersebut dengan sangat mudah dapat ditangkap oleh antena parabola milik penduduk di negara-negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Filipina, hingga Timor Leste.

Jika hal itu terjadi, TVRI dinilai telah melakukan pelanggaran kontrak berat dengan FIFA karena melampaui batas wilayah hak siar yang disepakati (spillover sinyal). Tindakan ini bisa berujung pada tuntutan hukum, denda finansial yang bernilai miliaran rupiah, hingga sanksi terberat berupa pencabutan hak siar di tengah jalan. Oleh karena itu, enkripsi atau pengacakan siaran (scrambling) adalah satu-satunya mekanisme perlindungan hukum yang valid.

2. Perbedaan Jalur Transmisi Sinyal

Pengacakan ini tidak memukul rata semua jenis televisi di rumah Anda. Dampak terbesar dialami oleh masyarakat yang menangkap siaran menggunakan Antena Parabola (Satelit), baik jenis parabola besar (C-Band) maupun parabola mini (Ku-Band) yang dihubungkan ke Receiver biasa atau non-rekomendasi. Sinyal parabola dipancarkan dari satelit (seperti Satelit Telkom atau siaran transponder luar negeri) yang jangkauan geografisnya mencakup seluruh Asia Tenggara.

Sebaliknya, jalur transmisi yang menggunakan gelombang mikro terestrial bumi (antena UHF biasa) memiliki sifat lokal. Sinyal dari pemancar di darat tidak akan bisa melompat melewati samudera atau batas negara lain secara signifikan. Oleh karena itu, jalur terestrial inilah yang menjadi kunci utama siaran gratis tanpa acakan.

Siapa Saja yang Terkena Dampak Siaran Diacak?

Untuk memetakan solusi dengan tepat, Anda harus mengenali jenis perangkat penyiaran yang saat ini terpasang di ruang keluarga Anda. Mari kita lihat tabel kecocokan dan status aksesibilitas perangkat di bawah ini:

Jenis Antena / PerangkatStatus Siaran Piala Dunia 2026Penjelasan Teknis
Antena UHF Biasa + TV Digital / STB DVB-T2Aman (Tidak Diacak)Menggunakan frekuensi terestrial lokal yang jangkauannya dibatasi oleh topografi darat dan hukum teritorial.
Antena Parabola Bebas (FTA) / Receiver BiasaPasti DiacakSinyal satelit bersifat lintas batas negara, sehingga wajib dikunci total oleh sistem operator satelit TVRI.
Layanan TV Kabel Lokal Tanpa LisensiPasti Diacak / GelapTV kabel daerah yang menarik kabel dari rumah ke rumah sering kali memotong siaran langsung karena tidak memiliki hak redistribusi resmi.
Aplikasi Layanan Streaming Ilegal / Link WebsiteDiblokir Secara BerkalaMelanggar hak cipta digital, tidak stabil, dan rawan menjadi sarang kejahatan siber (phishing).

Panduan Solusi Ampuh Mengatasi Siaran TVRI Diacak

Jika saat ini layar televisi Anda menampilkan pesan error, layar hitam, atau lambang gembok saat jam tayang Piala Dunia 2026, jangan panik. Berikut adalah kumpulan solusi terbaik, legal, dan paling praktis yang bisa Anda terapkan langsung hari ini.

Solusi 1: Bermigrasi ke Siaran TV Digital Terestrial (Antena UHF)

Ini adalah solusi yang paling direkomendasikan oleh Pemerintah (Kemenkominfo) dan pihak TVRI sendiri. Mengapa? Karena metode ini 100% gratis, tidak memerlukan kuota internet, tidak membutuhkan biaya langganan bulanan, dan menghasilkan kualitas gambar berdefinisi tinggi (High Definition / HD).

Sejak program Analog Switch Off (ASO) dituntaskan, seluruh siaran TVRI telah bermigrasi penuh ke sistem digital berbasis teknologi DVB-T2 (Digital Video Broadcasting – Terrestrial 2). Jalur transmisi ini memancarkan sinyal langsung dari pemancar transmisi lokal TVRI di daerah Anda ke antena UHF rumah Anda, sehingga keamanannya terjamin dan TIDAK AKAN DIACAK selama Piala Dunia berlangsung.

Perangkat yang Anda Butuhkan:

  1. Antena UHF: Anda tidak perlu membeli antena baru jika sudah memiliki antena UHF (baik antena dalam ruangan/indoor maupun luar ruangan/outdoor) yang sebelumnya digunakan untuk TV analog.
  2. TV yang Mendukung DVB-T2 ATAU Set Top Box (STB):
    • Jika TV Anda adalah Smart TV atau LED TV keluaran terbaru, periksa apakah di kardus atau menu pengaturan terdapat logo “DVB-T2” atau tulisan “Digital TV”.
    • Jika TV Anda masih berupa TV analog generasi lama (termasuk TV tabung atau LCD lama), Anda wajib membeli perangkat tambahan bernama Set Top Box (STB) DVB-T2. Pastikan membeli STB yang sudah bersertifikat resmi dari Kominfo untuk menjamin kepekaan sinyal.

Langkah Demi Langkah Pengaturan (Setting):

  1. Hubungkan Kabel Antena: Cabut kabel antena UHF dari TV analog Anda, lalu colokkan ke lubang bertuliskan ANT IN atau RF IN pada perangkat STB. Jika TV Anda sudah digital, colokkan langsung ke lubang antena TV digital Anda.
  2. Sambungkan STB ke TV: Hubungkan STB ke TV menggunakan kabel HDMI (sangat disarankan untuk kualitas HD) atau menggunakan kabel RCA (kabel berwarna merah, kuning, putih jika menggunakan TV tabung).
  3. Nyalakan Perangkat dan Masuk Menu: Nyalakan TV dan STB Anda. Ubah sumber input TV Anda ke mode HDMI atau AV (sesuai kabel yang Anda gunakan).
  4. Masukkan Kode Pos (Penting!): Saat pertama kali menyalakan STB, Anda biasanya akan diminta memasukkan kode pos wilayah tempat tinggal Anda. Ini berfungsi untuk mengaktifkan fitur Early Warning System (EWS) atau peringatan dini bencana alam.
  5. Lakukan Pencarian Otomatis (Auto Scan):
    • Masuk ke menu utama STB atau TV Digital menggunakan remote control.
    • Cari menu Pencarian Saluran atau Channel Search.
    • Pastikan jenis pencarian diatur ke opsi DVB-T2 atau Digital.
    • Pilih Pencarian Otomatis (Auto Scan / Auto Tuning).
    • Tunggu beberapa menit hingga bilah persentase mencapai 100%. Jangan mematikan perangkat selama proses ini berjalan.
  6. Selesai: Setelah pemindaian selesai, semua stasiun TV digital di wilayah Anda akan tersimpan, termasuk TVRI Nasional, TVRI Sport, TVRI Daerah, dan saluran swasta lainnya. Anda sekarang bisa menonton pertandingan Piala Dunia 2026 dengan kualitas gambar yang tajam dan audio yang jernih tanpa perlu khawatir siaran akan mendadak hilang atau diacak.

Solusi 2: Menggunakan Platform Streaming Digital Resmi (OTT)

Bagi Anda yang tidak memiliki akses ke area luar ruangan untuk memasang antena UHF, tinggal di apartemen yang melarang pemasangan antena mandiri, atau memiliki mobilitas tinggi sehingga harus menonton lewat smartphone atau laptop, jalur internet adalah pilihan rasional terbaik.

Perlu dicatat bahwa penayangan Piala Dunia 2026 di platform internet memiliki regulasi yang berbeda dengan TV terestrial. Anda tidak bisa menonton tayangan Piala Dunia hanya dengan membuka situs web streaming TVRI biasa secara gratis karena kendala hak cipta internet (Internet Rights). TVRI bekerja sama dengan pemegang hak siar platform digital resmi di Indonesia untuk mendistribusikan siaran ini secara legal dan bebas acakan.

Dua platform utama yang memegang lisensi siaran digital resmi untuk menemani penayangan TVRI di Piala Dunia 2026 adalah FolaPlay dan MAXStream.

A. Menonton Melalui Aplikasi FolaPlay

FolaPlay merupakan platform OTT (Over-the-Top) yang ditunjuk secara resmi untuk menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2026 di wilayah hukum Indonesia. Keunggulan platform ini adalah kestabilan server dan ketersediaan fitur Catch-up TV yang memungkinkan Anda menonton ulang pertandingan yang terlewat.

  1. Unduh Aplikasi: Buka Google Play Store (bagi pengguna Android) atau App Store (bagi pengguna iOS/iPhone), lalu cari dan unduh aplikasi FolaPlay.
  2. Registrasi Akun: Buka aplikasi FolaPlay, klik opsi mendaftar, lalu masukkan nomor telepon aktif atau alamat email Anda. Pastikan data yang dimasukkan valid karena sistem akan mengirimkan kode verifikasi.
  3. Verifikasi OTP: Masukkan kode OTP (One Time Password) yang Anda terima melalui SMS atau email ke kolom yang tersedia di aplikasi.
  4. Pilih Paket Piala Dunia: Setelah berhasil masuk ke halaman utama, klik spanduk (banner) bertuliskan “Piala Dunia 2026” atau masuk ke menu akun dan pilih opsi “Beli Paket”.
  5. Metode Langganan: FolaPlay menyediakan paket komersial yang terjangkau untuk seluruh lapisan masyarakat:
    • Paket Mingguan (7 Hari): Dibanderol dengan harga kisaran Rp25.000. Sangat cocok jika Anda hanya ingin menonton pertandingan di fase krusial tertentu seperti perempat final atau semifinal.
    • Paket Turnamen Penuh (Full Tournament Pass): Dibanderol dengan kisaran harga Rp85.000. Paket ini memberikan akses tanpa batas ke seluruh 104 pertandingan dari babak penyisihan grup hingga laga final, lengkap dengan ulasan analisis pakar sepak bola dunia.
  6. Proses Pembayaran: Selesaikan proses transaksi menggunakan metode pembayaran elektronik yang sangat variatif, mulai dari transfer bank (Virtual Account), kartu kredit, hingga dompet digital populer seperti GoPay, OVO, Dana, LinkAja, atau QRIS.
  7. Selamat Menonton: Setelah status pembayaran Anda dinyatakan sukses, saluran premium khusus Piala Dunia 2026 akan terbuka dan siap memanjakan mata Anda di mana saja dan kapan saja.

B. Menonton Melalui Layanan MAXStream (Khusus Pengguna Seluler)

Jika Anda adalah pelanggan setia operator seluler Telkomsel, Anda bisa memanfaatkan aplikasi MAXStream. Biasanya, pihak operator menyediakan paket bundling kuota data khusus nonton bola yang sudah termasuk biaya akses ke saluran TVRI Premium yang menayangkan Piala Dunia 2026. Ini adalah opsi yang sangat hemat bagi mereka yang mengandalkan koneksi jaringan seluler tanpa wifi rumah.

Solusi 3: Strategi Bagi Pengguna Parabola (Kenapa BISS Key Tidak Lagi Relevan?)

Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pedalaman, area pegunungan, atau daerah blank spot yang sama sekali tidak terjangkau oleh pemancar sinyal UHF digital terestrial, penggunaan antena parabola sering kali menjadi satu-satunya pilihan hidup untuk mendapatkan hiburan televisi.

Di masa lalu, pengguna parabola besar (C-Band) kerap mengandalkan trik memasukkan kode BISS Key (Basic Interoperable Scrambling System) atau kode enkripsi manual ke dalam receiver mereka untuk membuka siaran TV yang diacak saat pertandingan olahraga berlangsung.

Peringatan Teknis Penting: Pada pelaksanaan Piala Dunia 2026, FIFA menerapkan standar keamanan hak siar digital yang jauh lebih mutakhir. Enkripsi siaran satelit TVRI tidak lagi menggunakan sistem BISS biasa yang statis, melainkan menggunakan sistem enkripsi dinamis tingkat tinggi seperti Conax, Irdeto, atau Xcrypt yang kodenya berubah secara otomatis setiap beberapa detik melalui pusat sistem kontrol (Conditional Access System / CAS).

Oleh karena itu, berburu kode BISS Key di grup Facebook, forum satelit, atau media sosial x/Twitter hampir dipastikan akan berakhir dengan kesia-siaan dan kekecewaan.

Solusi Alternatif untuk Pengguna Parabola:

Jika Anda berada di wilayah yang mutlak harus menggunakan parabola, solusi satu-satunya agar bisa menyaksikan Piala Dunia 2026 adalah dengan membeli atau beralih ke Receiver Rekomendasi Khusus yang bekerja sama dengan pemegang hak siar resmi. Perangkat receiver khusus ini memiliki chip validasi internal yang otomatis membuka enkripsi siaran resmi dari satelit ketika hak siar premium tersebut aktif, baik melalui skema aktivasi paket prabayar maupun voucher berkala.

Analisis Komparatif: Memilih Solusi Terbaik Sesuai Kebutuhan Anda

Untuk mempermudah pengambilan keputusan, berikut adalah perbandingan mendalam mengenai kelebihan dan kekurangan dari setiap solusi yang telah dipaparkan di atas:

1. Migrasi ke TV Digital (UHF DVB-T2)

  • Kelebihan: Gratis selamanya, kualitas gambar tajam (HD), tidak membutuhkan jaringan internet, minim delay (waktu tunda siaran mendekati real-time).
  • Kekurangan: Jangkauan sinyal sangat bergantung pada jarak rumah Anda dengan menara pemancar TVRI setempat; jika lokasi rumah terhalang gunung atau gedung tinggi, sinyal berpotensi lemah.

2. Layanan Streaming Resmi (FolaPlay / MAXStream)

  • Kelebihan: Sangat fleksibel (bisa ditonton di smartphone, tablet, laptop, atau Smart TV), fitur lengkap (tersedia siaran ulang), tidak memerlukan pemasangan kabel fisik atau antena luar.
  • Kekurangan: Memerlukan koneksi internet yang stabil dan cepat (minimal 10 Mbps untuk kualitas lancar), mengonsumsi kuota data internet yang cukup besar, terdapat sedikit delay beberapa detik dibanding siaran TV langsung.

3. Receiver Parabola Rekomendasi

  • Kelebihan: Jangkauan sinyal mencakup seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali (bahkan di tengah hutan atau pulau terluar), kualitas gambar sangat stabil di segala kondisi cuaca (khusus C-Band).
  • Kekurangan: Biaya investasi awal untuk membeli perangkat antena parabola dan receiver khusus relatif lebih mahal dibanding membeli Set Top Box biasa.

Bahaya Nyata Menonton Lewat Link Streaming Ilegal

Ketika layar TVRI diacak, reaksi spontan sebagian orang adalah mencari jalan pintas yang tidak dipungut biaya, seperti berselancar di internet mencari kata kunci “Link streaming Piala Dunia gratis”, “Live streaming TVRI bajakan”, atau mencari siaran langsung ilegal di platform media sosial seperti TikTok Live, X (Twitter), dan grup Telegram.

Meskipun terlihat menggiurkan, menonton melalui jalur ilegal atau bajakan membawa sederet risiko buruk yang dapat merugikan Anda sendiri:

  • Situs Penuh Malware dan Phishing: Situs web penyedia streaming ilegal umumnya dibiayai oleh jaringan iklan berbahaya (malicious advertising). Sekali Anda salah mengeklik tombol Play, sistem mereka dapat secara otomatis mengunduh file jahat (malware atau ransomware) ke dalam perangkat komputer atau HP Anda, yang berisiko mencuri data pribadi, kata sandi, hingga membobol saldo m-banking Anda.
  • Kualitas Siaran yang Menyebalkan: Pengalaman menonton Anda dipastikan akan hancur karena masalah buffering yang terus-menerus, resolusi gambar yang pecah atau buram, serta banyaknya jendela iklan pop-up yang menutupi layar pertandingan.
  • Pemblokiran Massal di Tengah Laga: Tim siber Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama dengan tim legal pemegang hak siar resmi melakukan pemantauan dan pemblokiran secara agresif sepanjang waktu pertandingan bergulir. Sangat sering terjadi, tautan ilegal yang sedang Anda tonton tiba-tiba mati total tepat saat tim kesayangan Anda berada di posisi menyerang atau melakukan tendangan penalti.
  • Pelanggaran Hukum: Menggandakan, mendistribusikan, atau memfasilitasi penayangan konten tanpa izin tertulis dari pemegang hak siar merupakan tindakan melanggar hukum serius yang diatur dalam Undang-Undang Hak Cipta di Indonesia.

Mengingat harga paket resmi seperti yang ditawarkan oleh platform FolaPlay sangat terjangkau (bahkan setara dengan harga satu cangkir kopi), berinvestasi pada jalur resmi merupakan keputusan bijak demi kenyamanan, keamanan digital, dan ketenangan pikiran Anda selama menikmati turnamen.

Tips Tambahan Optimasi Sinyal Agar Menonton Lebih Nyaman

Bagi Anda yang menjatuhkan pilihan pada Solusi 1 (TV Digital Terestrial), terkadang ada kendala kecil di mana sinyal TVRI Digital dirasa kurang stabil atau patah-patah (freezing). Berikut adalah beberapa tips optimasi teknis yang bisa Anda lakukan secara mandiri di rumah:

  1. Ubah Posisi dan Arah Antena: Sinyal TV digital bersifat “segaris pandang” (Line of Sight). Cobalah untuk memutar arah antena UHF Anda secara perlahan ke arah lokasi menara pemancar TVRI terdekat di kota Anda. Anda bisa memanfaatkan aplikasi gratis bernama “sinyalTVdigital” yang tersedia di Play Store/App Store untuk melihat peta lokasi pemancar secara akurat dari koordinat rumah Anda.
  2. Naikkan Ketinggian Antena: Jika posisi rumah Anda dikelilingi oleh bangunan bertingkat atau pepohonan rindang, menaikkan posisi tiang antena luar ruangan sebanyak beberapa meter sering kali menjadi solusi instan untuk mendongkrak persentase kualitas sinyal (Signal Quality).
  3. Gunakan Booster Sinyal: Jika jarak rumah Anda terlampau jauh dari pusat pemancar (di atas 40 km), pertimbangkan untuk memasang perangkat tambahan berupa Penguat Sinyal (Booster) antara kabel antena dan TV/STB Anda. Perangkat ini membantu memperkuat daya tangkap gelombang frekuensi yang lemah.
  4. Periksa Kualitas Kabel dan Konektor: Kabel antena yang sudah usang, terkelupas, atau berlumut karena cuaca dapat menurunkan kualitas hantaran sinyal secara drastis. Gantilah dengan kabel koaksial berkualitas baik dengan pelindung ganda (double shielding) untuk meminimalkan gangguan gelombang elektromagnetik eksternal.

Kesimpulan

Mengalami masalah siaran TVRI yang diacak saat gelaran Piala Dunia 2026 memang merupakan hal yang menjengkelkan, namun kini Anda telah memahami bahwa langkah tersebut wajib diambil demi mematuhi hukum hak siar teritorial internasional yang ditetapkan oleh FIFA. Pengacakan tersebut bukanlah jalan buntu yang menghentikan hobi menonton Anda.

Langkah penyelesaian terbaik, paling stabil, dan sepenuhnya gratis adalah dengan beralih ke siaran TV Digital Terestrial menggunakan kombinasi Antena UHF dan Set Top Box (STB) DVB-T2. Melalui jalur ini, Anda dipastikan dapat menikmati seluruh pertandingan secara legal tanpa takut terkena acakan di tengah jalan. Bagi yang mengutamakan mobilitas, memanfaatkan platform aplikasi streaming resmi seperti FolaPlay atau MAXStream dengan paket berlangganan legal adalah opsi modern yang sangat direkomendasikan.

Segera lakukan persiapan dan pengecekan perangkat televisi Anda dari sekarang. Jangan menunda hingga hari pertandingan besar tiba agar Anda memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyetelan antena atau pendaftaran akun streaming. Selamat menikmati pesta sepak bola terbesar di jagat raya, dukung tim favorit Anda, dan rasakan atmosfer keseruan Piala Dunia 2026 dengan kualitas tayangan yang jernih, aman, dan tanpa gangguan!

Penulis : Refan Wahyu Alifianto

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *