Mengenal Jenis-Jenis Bahan Bakar Kendaraan dan Efeknya pada Mesin
Bagi pemilik kendaraan bermotor, mengisi bensin adalah rutinitas yang tidak bisa dihindari. Namun, saat mengantre di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum), Anda pasti melihat ada berbagai jenis pilihan yang ditawarkan, mulai dari Pertalite, Pertamax, Pertamax Turbo, hingga berbagai jenis Dex untuk mesin diesel.
Tahukah Anda bahwa setiap jenis bahan bakar memiliki karakteristik yang berbeda? Memilih jenis yang tepat bukan sekadar masalah harga murah atau mahal, melainkan tentang kecocokan dengan spesifikasi mesin kendaraan Anda.
Menggunakan jenis bensin yang keliru tidak hanya membuat performa kendaraan menurun, tetapi juga berisiko merusak komponen mesin dalam jangka panjang. Mari kita bahas lebih dalam mengenai jenis-jenis bahan bakar kendaraan dan efek langsungnya terhadap mesin Anda.
Memahami Nilai Oktan (RON) dan Cetane Number
Sebelum masuk ke jenis-jenisnya, ada dua istilah penting yang wajib Anda pahami:
- Research Octane Number (RON): Digunakan untuk mengukur tingkat kompresi bensin sebelum terbakar secara spontan. Semakin tinggi angka RON, semakin tahan bensin tersebut terhadap tekanan tinggi di dalam ruang bakar tanpa memicu gejala knocking (ngelitik).
- Cetane Number (CN): Digunakan khusus untuk mengukur kualitas bahan bakar mesin diesel. Semakin tinggi angka cetane, semakin cepat bahan bakar tersebut terbakar setelah disemprotkan ke dalam ruang bakar.
Jenis Bahan Bakar Bensin (Gasoline)
Di Indonesia, kendaraan roda dua dan roda empat sebagian besar menggunakan mesin bensin. Berikut adalah pembagian jenisnya berdasarkan nilai oktan:
1. Bahan Bakar RON 90 (Pertalite)
Ini adalah jenis bensin yang paling banyak digunakan karena harganya yang paling terjangkau. Bensin RON 90 dirancang untuk kendaraan dengan rasio kompresi mesin yang rendah hingga menengah, biasanya antara 9:1 hingga 10:1.
- Efek pada Mesin yang Sesuai: Mesin akan bekerja dengan normal, efisien, dan biaya operasional harian menjadi lebih hemat.
- Efek jika Dipaksakan pada Mesin Modern: Jika digunakan pada mobil atau motor keluaran terbaru dengan kompresi tinggi (di atas 10:1), bensin akan terbakar terlalu dini sebelum busi memercikkan api. Akibatnya timbul gejala knocking (ngelitik), tenaga mesin terasa menggelitik, dan dalam jangka panjang bisa merusak piston.
2. Bahan Bakar RON 92 (Pertamax / Sejenisnya)
Bensin dengan RON 92 ditujukan untuk kendaraan modern yang memiliki rasio kompresi antara 10:1 hingga 11:1. Sebagian besar mobil dan motor matik keluaran terbaru saat ini sudah mewajibkan penggunaan oktan 92.
- Efek pada Mesin: Proses pembakaran menjadi jauh lebih sempurna dan bersih. Kandungan aditif pembersih di dalamnya membantu mencegah penumpukan kerak karbon pada katup dan ruang bakar, sehingga performa mesin tetap optimal dan konsumsi bensin lebih irit.
3. Bahan Bakar RON 95 & 98 (Pertamax Green / Pertamax Turbo / Sejenisnya)
Ini adalah varian bensin premium dengan kasta tertinggi yang ditujukan untuk mobil sport, mobil mewah, atau kendaraan dengan mesin turbocharger yang memiliki rasio kompresi di atas 11:1 hingga 13:1.
- Efek pada Mesin: Mampu menghasilkan tenaga dan torsi maksimal secara instan. Pembakaran yang sangat stabil membuat mesin bekerja sangat halus pada kecepatan tinggi dan meminimalkan emisi gas buang secara drastis.
- Efek jika Digunakan pada Mesin Lama: Menggunakan RON tinggi pada mesin lawas berbiaya rendah adalah pemborosan. Mesin tidak akan menjadi lebih cepat; justru bensin tidak akan terbakar sepenuhnya, menyisakan sisa kerak, dan membuat konsumsi bensin terasa lebih boros.
Jenis Bahan Bakar Diesel
Mesin diesel bekerja dengan prinsip yang berbeda, di mana bahan bakar terbakar karena suhu panas akibat kompresi udara yang sangat tinggi, bukan karena percikan busi.
1. Solar Biasa / Biosolar (CN 48)
Bahan bakar diesel standar ini umumnya memiliki kandungan sulfur (belerang) yang cukup tinggi. Biasanya digunakan untuk kendaraan komersial seperti truk besar, bus, atau mobil diesel generasi lama.
- Efek pada Mesin: Menyebabkan penumpukan jelaga dan kerak yang lebih cepat pada sistem injeksi dan ruang bakar. Mesin cenderung menghasilkan suara yang lebih kasar dan asap knalpot yang lebih pekat hitam.
2. Diesel Berkualitas Tinggi (Pertamina Dex / Dexlite / CN 51 & 53)
Bahan bakar ini dirancang khusus untuk mesin diesel modern yang menggunakan teknologi Common Rail System. Jenis ini memiliki angka cetane yang tinggi dan kandungan sulfur yang sangat rendah.
- Efek pada Mesin: Membuat semprotan bahan bakar melalui injector menjadi sangat halus dan presisi. Efeknya, getaran mesin menjadi lebih halus, suara tidak terlalu bising, akselerasi lebih responsif, dan memperpanjang umur filter solar serta komponen mesin lainnya.
Kesimpulan: Dampak Salah Memilih Bahan Bakar
Memilih bahan bakar bukan sekadar mencari yang paling murah atau gengsi membeli yang paling mahal. Dampak dari salah memilih jenis bensin atau diesel meliputi:
- Penumpukan Kerak Karbon: Menggunakan oktan terlalu rendah atau terlalu tinggi dari spesifikasi mesin sama-sama bisa menyisakan sisa pembakaran yang mengotori ruang mesin.
- Kerusakan Komponen Internal: Gejala knocking yang dibiarkan terus-menerus bisa membuat piston jebol atau stang seher bengkok.
- Garansi Hangus: Banyak pabrikan mobil baru yang akan membatalkan garansi mesin jika ditemukan kerusakan akibat penggunaan jenis bensin yang tidak sesuai rekomendasi.
Selalu periksa buku manual kendaraan Anda atau lihat stiker petunjuk yang biasanya ada di balik tutup tangki bensin untuk mengetahui jenis yang paling ideal.
penulis:chelsya adelia