Ancaman Trump ke Iran
Presiden AS Donald Trump mengancam akan kembali menyerang Iran jika kesepakatan damai tidak berjalan baik. Pernyataan Trump memunculkan kembali kekhawatiran pasar terhadap stabilitas pasokan energi global. Sebelumnya, AS dan Iran pada Minggu lalu menyatakan telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang sekaligus membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Namun, Trump menegaskan bahwa nota kesepahaman dengan Iran belum bersifat final.
Mengapa Ancaman Trump Penting?
Pernyataan Trump penting karena dapat mempengaruhi harga minyak dunia. Analis pasar dari City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai masih ada ketidakpastian terkait hubungan AS dan Iran menjadi alasan utama harga minyak kembali menguat setelah mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir. “Masih ada sedikit ketidakpastian terkait situasi AS. Wajar jika harga minyak memantul dari level saat ini setelah mengalami penurunan yang cukup tajam dalam beberapa hari terakhir,” kata Razaqzada.
Dampak pada Pasokan Minyak
Dari sisi pasokan, Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan persediaan minyak mentah Negeri Paman Sam turun selama 10 pekan berturut-turut pada pekan lalu. Penurunan stok terjadi karena lonjakan permintaan di tengah dampak perang Iran yang masih mengganggu pasar energi global. Total cadangan minyak AS kini berada pada level terendah sejak 1985. Presiden Lipow Oil Associates, Andy Lipow, mengatakan banyak negara saat ini terus menguras cadangan strategis maupun stok komersial guna mengurangi dampak gangguan pasokan dari Timur Tengah.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Situasi keamanan di kawasan Timur Tengah juga belum sepenuhnya stabil. Pada Rabu, serangan udara Israel dan tembakan artileri dilaporkan kembali terjadi di sejumlah wilayah Lebanon selatan. Sumber keamanan Lebanon menyebut kelompok Hizbullah juga meluncurkan dua serangan drone terhadap pasukan Israel di wilayah tersebut. Perkembangan tersebut menambah kekhawatiran bahwa konflik di kawasan masih dapat meluas dan mengganggu distribusi energi global sewaktu-waktu.