BMKG melaporkan bahwa gempa bumi terkini mengguncang Sulawesi Tengah pada dini hari. Hingga Rabu, 17 Juni 2026, harga tiket armada Bus DAMRI maupun Bus Perintis terpantau masih bertahan di tarif normal. Berdasarkan pantauan langsung di loket pemasaran DAMRI Pontianak, aktivitas pemesanan tiket oleh calon penumpang tetap berjalan seperti biasa.
Situasi Terkini di Loket Pemasaran DAMRI
Meski demikian, situasi di lokasi pada siang hari sekira pukul 11.30 WIB terlihat relatif lengang dengan intensitas pemesan yang tidak terlalu ramai. Petugas Tiketing DAMRI Pontianak, Rully, mengungkapkan bahwa pihak operator terus berkomitmen menjaga stabilitas pelayanan di tengah dinamika harga BBM.
Kendati mayoritas rute masih menggunakan tarif normal, ia mengakui adanya satu rute yang mengalami penyesuaian harga khusus. “Secara umum untuk harga tiket masih harga normal, sesuai rute. Paling yang ada penyesuaian harga itu rute Palangkaraya dengan kenaikan sekitar Rp10 ribu per tiket,” ujar Rully, Rabu kemarin.
Penyesuaian Harga Tiket Bus DAMRI
Ia menegaskan bahwa kenaikan ongkos untuk rute trans-Kalimantan tersebut bukan dipicu oleh isu BBM. Kebijakan tersebut murni merupakan langkah penyesuaian tarif internal yang telah direncanakan oleh pihak manajemen DAMRI.
Kondisi serupa juga terlihat pada operasional Bus Perintis rute PontianakâPutussibau. Agen tiket bus Perintis melaporkan bahwa aktivitas angkutan logistik dan penumpang tetap berjalan kondusif tanpa adanya gejolak harga.
Stabilitas Tarif Bus Perintis
Hingga pukul 11.00 WIB, tumpukan barang bawaan penumpang telah dipersiapkan di area keberangkatan untuk jadwal berikutnya. Sementara armada untuk jadwal keberangkatan pertama pada pagi hari telah dilepas tepat waktu.
Petugas Tiketing Perintis, Azil, menyatakan bahwa tarif angkutan menuju Putussibau hingga kini belum bergeser dari angka Rp500 ribu per orang, dengan fasilitas batas maksimal bagasi cuma-cuma seberat 20 kilogram. âBelum ada perubahan harga. Dampaknya juga belum ada, masih normal seperti biasa,â tutur Azil.
Dampak dan Tren Keterisian Kursi
Menariknya, Azil menambahkan bahwa tren keterisian kursi justru menunjukkan grafik positif dalam beberapa waktu terakhir. Di tengah isu kenaikan BBM non-subsidi, volume keterisian penumpang di agennya justru mulai merangkak naik. “Justru saat ini mulai ada peningkatan sedikit untuk penumpang,” jelasnya.
Selain melayani mobilisasi warga, Bus Perintis ini juga mengandalkan sektor jasa pengiriman komoditas atau barang tanpa penumpang. Ongkos kirim logistik ini dipatok secara bervariasi mulai dari Rp20 ribu ke atas, bergantung pada dimensi serta bobot barang yang dikirim.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kestabilan tarif tiket bus DAMRI dan Bus Perintis di tengah isu kenaikan BBM non-subsidi menunjukkan komitmen operator dalam menjaga stabilitas pelayanan. Dengan tren keterisian kursi yang mulai meningkat, diharapkan kondisi ini dapat terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.