6 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Ronaldo menjadi sorotan usai Portugal ditahan RD Kongo. Fans membela Ronaldo, sementara haters mencibirnya, apa yang sebenarnya terjadi?

Momen Penentu di Menit Akhir

Portugal sebenarnya tampil dominan sejak awal pertandingan. Tim asuhan Roberto Martinez unggul lebih dulu lewat gol Joao Neves sebelum RD Kongo menyamakan kedudukan melalui Yoane Wissa menjelang turun minum. Meski menguasai jalannya pertandingan dan menciptakan sejumlah peluang, Portugal gagal menemukan gol kemenangan. Ronaldo bermain penuh selama 90 menit, namun gagal mencatatkan namanya di papan skor.

Reaksi Ronaldo dan Penggemar

Penampilan Ronaldo langsung memicu perdebatan panas di media sosial. Banyak pendukung Ronaldo menilai sang megabintang tidak mendapatkan dukungan yang cukup dari rekan-rekannya. Mereka menyoroti minimnya suplai bola ke kotak penalti meski Ronaldo beberapa kali terlihat bergerak mencari ruang. Sejumlah netizen bahkan menyebut pemain seperti Bruno Fernandes dan Nuno Mendes terlalu sering memilih opsi lain dibanding mengirim umpan ke arah Ronaldo. “Anjir lah, mereka ada problem apa njir sama Ronaldo. Sekelas Argentina aja masih ngasih jalan buat pimpinannya,” ujar @Bang_Rosinante kesal. “iya kliatan banget,, enek bgt sm bruno, gw sumpahin bapuk lu di klub.. g pernah juara liga,” komentar @roymarteen1004. “Bruno ganti ajalah ga niat maen, emg keliatan kualitas aslinya yg ampas klo di tim yg semuanya jago,” ujar @619Booyakaa.

Apa Artinya Ini bagi Portugal ke Depan?

Namun tidak semua pihak memberikan pembelaan. Sebagian pengamat dan netizen justru melontarkan kritik tajam kepada mantan bintang Manchester United, Real Madrid, dan Juventus tersebut. Muncul pula komentar yang menyinggung istilah “post power syndrome”, merujuk pada anggapan bahwa Ronaldo masih ingin menjadi pusat permainan meski performanya sudah tidak lagi berada di level puncak. Beberapa pihak menilai ekspresi frustrasi Ronaldo di lapangan menunjukkan ketidakpuasan terhadap rekan-rekannya. “Gue yakin 100% Cristiano Ronaldo punya post power syndrome. Padahal tinggal nerima kalo dia itu udah decline & kureng, dan itu manusiawi bgt, orang udah 41 tahun juga,” tulis akun @strootsys. “Kayak gini sih yg kasian pemain lain yg punya potensi besar bawa Portugal juara pildun, tapi gara2 dia harus jadi aktor utama juga, bikin potensi itu hilang,” ucap @sukawangisegar.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Hasil imbang ini membuat persaingan Grup K semakin terbuka. Portugal wajib bangkit pada pertandingan berikutnya jika ingin menjaga peluang lolos ke fase gugur tanpa hambatan berarti. Bagi Ronaldo, Piala Dunia 2026 bisa menjadi panggung terakhirnya bersama Portugal di turnamen terbesar dunia. Karena itu, setiap penampilannya akan terus mendapat sorotan, baik dari para pendukung maupun para pengkritiknya.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *