Piala Dunia 2026 telah dimulai, namun suporter yang hadir di Stadion MetLife mengeluhkan transportasi yang sulit ke stadion. Biaya transportasi yang mahal dan akses menuju stadion yang kurang nyaman menjadi keluhan utama mereka. Suporter harus menghadapi biaya transportasi yang mahal, seperti tiket kereta NJ Transit yang mencapai USD 98 (Rp 1,7 juta) untuk perjalanan pulang-pergi.
Transportasi yang Mahal
Sayo Ajagbe, suporter Prancis, mengeluhkan biaya transportasi yang mahal. “Biayanya sangat mahal dibandingkan yang biasanya harus dibayar untuk menyeberang ke sana,” katanya. Ajagbe mengaku tidak memiliki banyak pilihan transportasi dan terpaksa menggunakan kereta NJ Transit. Keluhan serupa disampaikan oleh Akshay Anil, penonton yang rela mengeluarkan USD 800 (Rp 14 juta) untuk membeli tiket pertandingan. Menurutnya, kenaikan tarif kereta masih bisa dimaklumi, tetapi tidak sampai sebesar itu.
Tak hanya pengguna kereta, suporter yang datang dengan kendaraan pribadi juga mengeluhkan akses ke stadion. Anthony DeLuca harus membayar biaya parkir sekitar USD 225 (Rp 3,9 juta), lalu berjalan hampir 30 menit dari area parkir menuju pintu masuk stadion. “Saya membayar hampir USD 300 untuk parkir dan tetap harus berjalan sangat jauh. Saya paham ada pertimbangan keamanan dan secara umum semuanya berjalan tertib, tapi saya punya masalah pada punggung, jadi berjalan sejauh itu cukup melelahkan, bahkan sebelum masuk stadion,” keluh Anthony.
Kesulitan Akses ke Stadion
Elodie Martin, wisatawan asal Prancis, mengaku sempat kebingungan mencari jalan menuju stadion karena banyaknya jalur pengalihan dan pembatas yang dipasang. “Setiap kali kami merasa sudah sampai, ternyata masih harus berbelok lagi. Begitu melihat kerumunan suporter dan jersey dari berbagai negara, semua itu memang terlupakan,” ungkap Martin. “Namun kalau ditanya apakah prosesnya lancar, jawabannya tidak juga. Untuk acara sebesar Piala Dunia, saya berharap aksesnya lebih mudah.”
Mengapa dan Dampak
Pemerintah New Jersey memberlakukan tarif khusus untuk delapan pertandingan Piala Dunia yang berlangsung di Stadion MetLife sepanjang Juni hingga Juli. Kebijakan ini menuai kritik bahkan sebelum turnamen dimulai. Gubernur New York, Kathy Hochul, mengatakan pemerintah telah menyiapkan layanan bus dari Manhattan sebagai alternatif yang lebih murah dibandingkan kereta. “Kami berharap perjalanan menuju stadion menjadi lebih mudah. Yang lebih kami khawatirkan justru perjalanan pulang. Kami ingin memastikan semua orang mendapatkan pengalaman yang lebih baik,” kata Hochul.
Keterlibatan suporter dalam Piala Dunia 2026 diharapkan dapat meningkatkan semangat dan antusiasme. Namun, kesulitan transportasi dan akses ke stadion dapat mempengaruhi pengalaman mereka. Oleh karena itu, pemerintah dan pihak terkait perlu meningkatkan layanan transportasi dan akses ke stadion untuk memastikan pengalaman yang lebih baik bagi suporter.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Piala Dunia 2026 masih berlangsung, dan pemerintah serta pihak terkait masih memiliki waktu untuk meningkatkan layanan transportasi dan akses ke stadion. Diharapkan, pengalaman suporter dapat meningkat dan acara ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses.