Harga Sawit Anomali, Mentan Minta Polri Usut Tuntas
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meminta Polri untuk mengusut tuntas anomali harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit yang saat ini terjadi. Menurutnya, harga TBS turun tidak masuk akal ketika harga Crude Palm Oil (CPO) dunia naik dan nilai tukar Dolar AS menguat. “Saya katakan kepada beliau (Presiden Prabowo) ini anomali. Nah ini anomali, harga CPO dunia naik, Dolar menguat kurang lebih 10%, harga CPO naik tetapi harga TBS turun. Ini tidak masuk akal,” ungkap Amran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/7/2024).
Apa yang Terjadi?
Amran mengatakan dirinya sudah meminta kepada ratusan pabrik kelapa sawit (PKS) untuk menaikkan harga belinya. Pihaknya bahkan meminta langsung kepada Kepolisian RI untuk mengawal arahan tersebut kepada seluruh PKS. Sampai saat ini masih tersisa 130 dari 1.900 perusahaan di sektor sawit yang belum melakukan penyesuaian harga TBS. Angka itu turun signifikan dibandingkan pekan lalu yang mencapai 274 perusahaan. “Tapi kami sampaikan yang 274 kami langsung pada hari itu juga kami mengirim surat ke Pak Kapolri bahwa ini harus ditindaklanjuti dan langsung tembusan Kapolda di wilayah masing-masing dan Ditkrimsus ditindaklanjuti,” ungkap Amran.
Mengapa dan Dampak
Amran menjelaskan bahwa anomali harga TBS ini sangat berdampak pada petani plasma sawit. Menurutnya, ada 15 juta petani plasma dengan seluruh keluarganya yang diperkirakan mencapai 30 juta orang yang bergantung hidupnya pada penjualan hasil bumi kelapa sawit. “Nah ini kami minta jangan bermain-main, jangan korbankan rakyat. Ada petani plasma itu 15 juta dengan seluruh keluarganya diperkirakan 30 juta. Kita harus, Bapak Presiden arahkan berpihak pada petani-petani plasma sawit,” kata Amran. Dia juga menjamin aturan ekspor satu pintu lewat BUMN PT DSI tidak akan mengganggu harga TBS. “Tapi kami yakin satu minggu ke depan itu sudah pulih kembali dan insyaallah ke depan dengan satu pintu ini harga TBS ke depan lebih baik,” ujar Amran.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Amran mengaku sudah lapor kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai anomali harga TBS kelapa sawit. Dia berharap Polri dapat mengusut tuntas kasus ini dan memastikan harga TBS kembali pulih. “Dengan surat itu, tinggal 100 lebih yang belum menaikkan harga TBS,” lanjutnya menjelaskan. Dia juga mengultimatum agar PKS di Indonesia tidak memainkan harga TBS, sebab banyak petani plasma yang bergantung hidupnya pada penjualan hasil bumi kelapa sawit.