Andre Rosiade Kecam Stadion Manahan: Dari Sawah Hingga Drainase Gagal, Respon Wali Kota Solo Memanas
Berita Hari Ini – 13 April 2026 | Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, kembali menjadi sorotan publik setelah kritik tajam yang dilontarkan oleh Andre Rosiade, Penasihat Klub Semen Padang sekaligus anggota DPR RI. Rosiade menilai kondisi lapangan Stadion Manahan saat laga Persis Solo melawan Semen Padang pada babak kedua seolah‑olah menyerupai sawah basah, mengindikasikan masalah drainase yang serius.
Dalam pernyataannya, Rosiade menegaskan bahwa kualitas permukaan lapangan dan sistem pembuangan air di Stadion Manahan tidak memenuhi standar minimal untuk pertandingan profesional. “Pada babak kedua, lapangan seperti sawah. Air tidak mengalir, bola meluncur tak terkendali, dan pemain berjuang keras hanya untuk menghindari genangan,” ujarnya dengan nada kritis.
Respons Wali Kota Solo
Menanggapi tuduhan tersebut, Gibran menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas stadion. Ia menambahkan, “Kami tidak mengabaikan masukan dari pihak terkait. Tim teknis telah menyiapkan rencana perbaikan drainase dan pemeliharaan lapangan agar tidak terulang kembali.” Gibran juga menekankan bahwa proyek revitalisasi Stadion Manahan berada dalam tahap perencanaan anggaran yang akan diajukan kepada DPR dan pemerintah daerah.
Selain itu, Gibran menyinggung pentingnya kolaborasi antara pemerintah kota, klub sepak bola, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan standar infrastruktur yang layak. Ia berharap kritik konstruktif dapat menjadi pemicu perbaikan, bukan sekadar polemik politik.
Andre Rosiade: Dari Kritik Stadion Hingga Dukungan untuk Minang
Andre Rosiade tidak hanya dikenal sebagai kritikus infrastruktur sepak bola. Ia juga menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) dan secara rutin mengangkat isu-isu pembangunan daerah asalnya. Baru-baru ini, Rosiade menyampaikan bahwa diaspora Minang telah mengirimkan dana sekitar Rp20 triliun per tahun untuk pembangunan infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan di Tanah Minang.
Menurut Rosiade, kontribusi tersebut mencerminkan kepedulian perantau Minang terhadap tanah air, sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan komunitas diaspora. “Dana yang kami terima bukan sekadar angka, melainkan harapan untuk masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujarnya dalam sebuah pertemuan komunitas.
Implikasi Politik dan Sosial
Kritik Rosiade terhadap Stadion Manahan sekaligus pernyataan dukungan finansialnya kepada Minang menimbulkan dinamika politik yang menarik. Di satu sisi, ia menyoroti kelemahan infrastruktur publik yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Di sisi lain, ia menegaskan peran aktif diaspora dalam pembangunan, yang dapat menjadi argumen kuat bagi kebijakan desentralisasi dana.
Para pengamat politik menilai bahwa langkah Rosiade menggabungkan dua agenda—perbaikan fasilitas olahraga dan promosi kepedulian diaspora—dapat memperkuat posisinya sebagai tokoh yang berpengaruh di level lokal maupun nasional. Namun, kritiknya terhadap Wali Kota Solo juga menambah ketegangan dalam hubungan antara pemerintah kota dan DPR RI.
Langkah Selanjutnya
- Tim teknis Pemerintah Kota Solo dijadwalkan menyelesaikan rencana perbaikan drainase Stadion Manahan dalam tiga bulan ke depan.
- Rosiade berjanji akan terus memantau pelaksanaan proyek dan akan mengadakan kunjungan lapangan untuk memastikan standar terpenuhi.
- Pemerintah daerah diminta menyusun mekanisme transparansi penggunaan dana diaspora Minang, termasuk pelaporan tahunan kepada publik.
- Komunitas sepak bola nasional diharapkan mengajukan standar minimal lapangan yang lebih ketat untuk menghindari kejadian serupa.
Dengan tekanan publik yang terus meningkat, baik pihak pemerintah maupun tokoh publik seperti Andre Rosiade diharapkan dapat menemukan titik temu yang konstruktif. Perbaikan stadion tidak hanya menyangkut kualitas pertandingan, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menyediakan fasilitas olahraga yang aman dan layak bagi masyarakat.
Seiring dengan upaya perbaikan, harapan masyarakat Solo dan pecinta sepak bola Indonesia tetap tinggi: sebuah stadion yang bersih, kering, dan siap menjadi saksi gemilangnya persaingan di kancah nasional.