21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Film Indonesia "Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang" bersinar di Festival Film Internasional Shanghai ke-28. Simak prestasi membanggakan yang diraih film ini!

Film Indonesia kembali bersinar di kancah internasional dengan meraih penghargaan di Festival Film Internasional Shanghai (SIFF) ke-28. Salah satu film yang tampil adalah “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” atau “My Own Last Supper” yang disutradarai oleh Ismail Basbeth. Film ini mengisahkan tentang seorang duda berusia 76 tahun yang mengumpulkan anak-anaknya untuk menghadiri “perjamuan terakhir” dalam hidupnya.

Penampilan Perdana di Shanghai

Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” melakukan penayangan perdana di dunia dalam kategori kompetisi utama Golden Goblet Awards di SIFF ke-28. Seluruh 12 film dalam kategori ini merupakan penayangan perdana di dunia, termasuk film dari Indonesia ini. Tim kreatif film ini tidak hanya tampil di karpet merah upacara Golden Goblet Awards, tetapi juga menggelar acara penayangan perdana selama festival berlangsung.

🔖 Baca juga:
Film Akhir Pekan: Diskon Bikin Penonton Puas

Apa yang Terjadi di Festival Film?

Dalam festival film ini, film-film Indonesia berhasil mencuri perhatian. Selain “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang”, film-film Indonesia lainnya seperti “Yuni”, “Jumbo”, dan “Garuda di Dadaku” juga tampil dalam festival tersebut. Film “Garuda di Dadaku” merupakan film animasi Indonesia yang juga berkompetisi dalam kategori Film Animasi Golden Goblet Awards.

Mengapa dan Dampaknya

Kehadiran film-film Indonesia di SIFF ke-28 menunjukkan bahwa perfilman Indonesia memiliki kekuatan dan daya saing di kancah internasional. Film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” sendiri mengeksplorasi berbagai makna kehidupan melalui sudut pandang sebuah keluarga Indonesia keturunan Tionghoa. Sutradara Ismail Basbeth berharap bahwa melalui karya ini, terjalin hubungan yang lebih mendalam antara China dan Indonesia.

🔖 Baca juga:
Review Game Terbaik untuk iOS Tahun 2026, Rekomendasi Game iPhone dan iPad Paling Seru dengan Grafis Memukau, Gameplay Berkualitas, dan Pengalaman Bermain Terbaik

Dampaknya, film-film Indonesia kini menjadi sorotan di kancah internasional. Penjualan tiket untuk beberapa sesi pemutaran film “Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang” langsung ludes terjual, menunjukkan besarnya minat penonton Shanghai terhadap film-film Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kesuksesan film-film Indonesia di SIFF ke-28 merupakan langkah awal yang baik. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh perfilman Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan daya saingnya di kancah internasional. Dengan terus meningkatkan kualitas dan kreativitas, film-film Indonesia diharapkan dapat terus bersinar di kancah internasional.

🔖 Baca juga:
Dimas Baam Berencana Nikah, Wujudkan Mimpi Wedding ala Disney dengan Pacar

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *