Giselle Aespa baru-baru ini membuka diri tentang perjuangannya dengan penurunan berat badan yang signifikan. Ia mengonfirmasi bahwa berat badannya sebenarnya menyusut secara bertahap sebanyak 10 kg dalam kurun waktu tujuh tahun terakhir. Menariknya, penurunan berat badan tersebut bukan dipicu oleh diet ekstrem, melainkan efek samping dari gangguan emosi dan fokus yang dialaminya.
Faktor Gangguan Emosi dan Fokus
Giselle mengungkapkan bahwa ia memiliki kecenderungan ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder). Terkadang, ia tidak merasa lapar karena gangguan kimia di otak yang berdampak langsung pada hilangnya nafsu makan. “Seperti yang mungkin sebagian dari Anda ketahui, saya memiliki kecenderungan ADHD. Terkadang saya tidak merasa lapar,” bebernya.
ADHD dikenal sebagai gangguan perkembangan saraf yang ditandai dengan gejala kurangnya perhatian, hiperaktivitas, serta perilaku impulsif. Kondisi ini dipicu oleh ketidakseimbangan neurotransmiter otak seperti dopamin dan norepinefrin. Akibatnya, Giselle menyadari tubuhnya sempat kekurangan energi.
Alasan Utama Mengapa Orang dengan ADHD Sering Melupakan Rasa Lapar
Berikut empat alasan utama mengapa orang dengan ADHD sering melupakan rasa lapar:
Otak orang dengan ADHD kerap mengalami penurunan fungsi interosepsi, membuat mereka secara fisik baru menyadari kebutuhan makan saat tubuh sudah benar-benar lemas atau pusing. Saat orang dengan ADHD sangat terikat pada suatu aktivitas yang merangsang fokus mereka, otak akan menyaring dan mengabaikan data sensorik periferal. Isyarat lapar alami bergantung pada pembawa pesan kimia, dan beberapa individu dengan ADHD secara alami mengalami disregulasi kadar dasar kimiawi yang menekan atau mendistorsi sinyal nafsu makan yang normal. Terapi medis untuk ADHD umumnya menggunakan obat-obatan stimulan sistem saraf pusat yang bekerja meningkatkan dopamin, namun memiliki efek samping sebagai penekan nafsu makan yang kuat.
Dampak dan Reaksi Giselle
Giselle kini tengah berupaya memulihkan stamina dengan menaikkan berat badan lewat jalur yang lebih sehat. Ia juga menyayangkan sikap sebagian netizen yang terlalu terobsesi menilai perubahan bentuk fisik seseorang di media sosial hingga melayangkan komentar miring. “Saya merasa sedikit kasihan. Saya juga agak terkejut bahwa orang-orang begitu memperhatikan penampilan saya. Saya tidak begitu mengerti mengapa mereka sampai menulis komentar dan bertindak berdasarkan komentar tersebut,” keluhnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Giselle berharap dapat meningkatkan kesadaran tentang ADHD dan dampaknya pada kesehatan. Ia juga berharap dapat menjadi contoh bagi orang lain yang mengalami kesulitan serupa. Dengan berbagi pengalamannya, Giselle berharap dapat membantu orang lain yang mungkin sedang berjuang dengan masalah yang sama.