3 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Carmen Hearts2Hearts diduga menjadi korban penganiayaan. Fans pun geram dan menyoroti perbedaan kostum yang dikenakan Carmen. Apa yang sebenarnya terjadi?

Perbedaan Kostum yang Mencolok

Seperti diketahui, personel Hearts2Hearts bersiap comeback dengan EP kedua ‘Lemon Tang’ yang akan dirilis pada 22 Juni 2026. SM Entertainment juga telah mempromosikan photobook ‘Lemon Beach’ yang memuat foto-foto Carmen cs dengan dua versi yakni ‘Lemon Sun Version’ dan ‘Lemon Beach Version’. Namun, banyak penggemar menyadari bahwa kostum Carmen Hearts2Hearts tidak selaras dengan konsep pemotretannya. Dalam photobook ‘Lemon Beach Version’, stylist memberikan mini skirt berlapis celana berbahan knit untuknya. Sementara tujuh personel lainnya yang berdarah Korea Selatan memakai celana pendek, yang sesuai dengan konsep pemotretan mereka di pantai.

Reaksi Penggemar

Keresahan penggemar semakin besar setelah melihat hasil pemotretan dalam photobook ‘Lemon Sun Version’. Pasalnya wajah Carmen Hearts2Hearts tidak terlihat jelas justru buram saat berpose bersama personelnya, A-na. Tak hanya itu, Carmen Hearts2Hearts diposisikan pada bagian ujung frame. Sehingga badannya tertutup dengan logo grup pada photobook ‘Lemon Sun Version’. Hal serupa terjadi saat mereka debut dengan single album ‘The Chase’ di mana dalam dua versinya, tubuh Carmen Hearts2Hearts tertutup desain cover.

Mengapa dan Dampak

SM Entertainment dituding bersikap xenophobia terhadap personel selain warga negara Korea Selatan. Para penggemar Hearts2Hearts, yang dikenal sebagai S2U atau Hachu, kini ramai-ramai mengirimkan mass email dan mendesak SM Entertainment untuk melakukan evaluasi. Mereka merasa bahwa perlakuan terhadap Carmen Hearts2Hearts tidak adil dan merupakan contoh dari sikap xenophobia yang selama ini dialami oleh idol KPop asing. “ini konsepnya gimana sih???? apapun alasan lu styling carmen pakai celana panjang ini gabisa dibenarkan. ini udah kelewatan banget.. nangis banget:((” komentar seorang penggemar di X. “Sampai Indonesia turun salju pun, ini agensi nggak akan pernah tobat dari xenophobianya. Semua idol foreigner kena disrespect dan mistreatment loh. Ya I know idol Korean pun tetep kena mistreatment juga. Tapi idol foreigner terparah. Apalagi Carmen ini. Berapa kali dia kena? Aku sampai lupa berapa kali SM mistreatment Carmen saking banyaknya,” komentar penggemar lain yang geram.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Situasi ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana SM Entertainment akan menangani masalah ini dan apakah mereka akan melakukan perubahan untuk memastikan bahwa semua personel, termasuk idol KPop asing, diperlakukan dengan adil dan setara. Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari SM Entertainment terkait tuduhan xenophobia dan perlakuan tidak adil terhadap Carmen Hearts2Hearts. Namun, penggemar berharap bahwa agensi akan memperhatikan aspirasi mereka dan melakukan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *