7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Eksekusi Hotel Sultan ricuh, Kivlan Zen alami luka tangan kiri akibat kawat berduri. Apa yang sebenarnya terjadi saat proses eksekusi?

Eksekusi Hotel Sultan berlangsung ricuh pada Kamis, 18 Juni 2024. Mantan Pangkostrad Kivlan Zen mengalami luka pada bagian tangan kiri saat memimpin orasi massa menolak eksekusi Hotel Sultan. Luka tersebut disebabkan akibat tergores kawat berduri setinggi 100 sentimeter yang dipasang untuk menghalangi akses masuk ke halaman Hotel Sultan saat proses eksekusi.

Momen Penentu di Depan Hotel Sultan

Kivlan Zen menjelaskan bahwa saat itu dia sedang berundingan dengan Kapolres Jakarta Pusat. Dia meminta Kapolres untuk tenang dan tidak melakukan langkah masuk ke dalam Hotel Sultan. Namun, ketika sedang berhadapan dengan Kapolres di depan, terdapat dorongan dari massa belakang, hingga akhirnya terkena kawat berduri.

“Tadi saya kan rundingan dengan Kapolres (Jakarta Pusat). Saya katakan, supaya Kapolres tenang saja. Jangan melakukan langkah masuk ke dalam (Hotel),” jelas Kivlan saat dijumpai di dalam Hotel Sultan.

Tindakan Polisi dan Proses Eksekusi

Proses eksekusi Hotel Sultan dilakukan oleh pihak kepolisian dan satuan keamanan lainnya. Kawat berduri dipasang untuk menghalangi akses masuk ke halaman Hotel Sultan. Namun, tindakan ini tidak dapat mencegah massa yang dipimpin oleh Kivlan Zen untuk melakukan orasi dan menolak eksekusi Hotel Sultan.

Apa Artinya Ini bagi Kivlan Zen dan Massa?

Luka yang dialami oleh Kivlan Zen menunjukkan bahwa proses eksekusi Hotel Sultan berlangsung ricuh dan tidak dapat dikendalikan sepenuhnya oleh pihak kepolisian. Hal ini juga menunjukkan bahwa massa yang dipimpin oleh Kivlan Zen masih memiliki semangat untuk menolak eksekusi Hotel Sultan.

Kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming ke Ende, Gorontalo, dan wilayah Papua juga menjadi perhatian pada hari yang sama. Gibran memboyong lima perwakilan mahasiswa dalam kunjungan kerja (kunker) tersebut. Kunjungan ini dimaksudkan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan serta menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Eksekusi Hotel Sultan dan kunjungan Gibran Rakabuming menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Proses eksekusi Hotel Sultan yang ricuh dan kunjungan Gibran Rakabuming yang membawa perwakilan mahasiswa menunjukkan bahwa pemerintah masih berusaha untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan pengawasan.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *