Mengenali Specs, Kacamata AR Terbaru dari Snap
Specs memiliki daya tahan baterai sekitar empat jam dan akan tersedia untuk pre-order serta diperkirakan akan mulai dikirim di Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis pada musim gugur ini. Dengan menggunakan Specs, pengguna dapat melihat petunjuk arah tepat di tempat yang dibutuhkan, mengukur tanpa perlu mengeluarkan pita meteran, atau mendapat bantuan AI saat mengerjakan proyek tanpa harus berhenti untuk mencari jawabannya.
Apa yang Terjadi?
Snap melangkah ke pasar perangkat AI yang dapat dikenakan yang kian sesak sementara konsumen lambat mengadopsinya. Headset augmented reality Vision Pro milik Apple, dibanderol lebih dari USD 3.000, belum begitu berhasil. Meta, rival utama Snap di media sosial, menjual kacamata pintar berkolaborasi dengan Ray-Ban, namun belum meluncurkan kacamata dengan augmented reality penuh. OpenAI juga sedang mengembangkan perangkat wearable bertenaga AI, meski belum jelas seperti apa wujudnya.
Mengapa dan Dampak
Ben Hatton, analis di FDM CCS Insight, menilai harganya yang mahal membuat teknologi ini kemungkinan tidak akan menjadi perangkat arus utama dalam waktu dekat. Target Snap, yakni konsumen muda, jarang memiliki uang sebanyak ini untuk dihabiskan pada satu gadget. Hatton mengatakan meskipun desainnya meningkatkan kenyamanan pemakaian dan mobilitas pengguna, inovasi tersebut harus dibayar dengan kapasitas baterai lebih rendah. Kritik pedas datang dari berbagai pihak, termasuk analis yang meragukan kemampuan Specs untuk menggantikan smartphone. “Terlepas dari fitur dan pengalaman mengesankan yang tersedia melalui Specs, kacamata dengan daya tahan baterai 4 jam serta desain tebal takkan menggantikan smartphone dalam waktu dekat,” tegas Hatton.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Upaya Snap sebelumnya di ranah kacamata pintar, yakni Spectacles seharga USD 130, dirilis tahun 2016 dan tidak meledak di pasaran. Namun, perusahaan berargumen bahwa Specs, yang dikembangkan menggunakan sistem operasi eksklusif dan lebih dari 7.000 hak paten, menawarkan lebih banyak fungsionalitas. Specs mewakili kategori baru: lebih tangguh dari kacamata AI, lebih nyaman dipakai ketimbang headset, dan sepenuhnya mandiri, tanpa tambahan modul alat atau kabel penghubung. Dengan peluncuran Specs, Snap Inc. berharap dapat membalikkan keadaan dan meningkatkan penjualan. Namun, dengan harga yang mahal dan kapasitas baterai yang terbatas, Specs masih memiliki jalan panjang untuk membuktikan dirinya sebagai calon pengganti smartphone.