Sony Sonjaya, tersangka kasus tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG), mengungkapkan 41 nama yang terkait dalam perkara ini. Hal ini terungkap saat Sony menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung (Kejagung) RI sebagai tersangka kasus MBG. Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar 10 jam, Sony diminta untuk menguraikan nama-nama pihak yang mengajukan titik penentuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Pemeriksaan Sony Sonjaya
Sony Sonjaya diperiksa Kejagung RI sekitar 10 jam sebagai tersangka kasus tata kelola MBG. Pemeriksaan ini berkaitan dengan pengajuan justice collaborator (JC) yang diajukan Sony dalam perkara ini. Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menyampaikan bahwa dalam pemeriksaan hari ini, Sony kembali diminta penyidik untuk menguraikan 26 nama pihak yang mengajukan titik penentuan SPPG atau dapur MBG.
Namun, Krisna menyebutkan jumlah 26 nama tersebut berkembang menjadi 41 nama. “Nah, dari 26 nama yang pernah kami sebut, ada satu orang pas dibuka tadi hasil chat-nya, tabelnya itu terisi sekitar, Totalnya 41 nama. Jadi totalnya sekarang bertambah jadi totalnya 41 nama,” ujar Krisna kepada wartawan di gedung Jampidsus Kejagung RI, Jakarta Selatan, Kamis (18/6).
Reaksi Sahroni
Menanggapi pengakuan Sony Sonjaya, Sahroni, Bendum DPP Partai NasDem, meminta Kejagung fokus mengusut tindak pidana yang dilakukan Sonny Sonjay. Ia juga meminta Sonny Sonjaya berhenti membawa-bawa nama orang untuk mengelabui penyidik. “Kejaksaan fokus sama Sonny untuk tindak pidana yang diduga dia lakukan, Sonny juga jangan bawa-bawa nama orang banyak hanya sebatas kelabui penyidik saja,” ucap dia.
Sahroni mempersilakan Kejagung mendalami informasi Sonny Sonjaya setelah yang bersangkutan selesai diusut. “Kejagung tetap usut dengan fokus ke Sonny dulu, setelah Sonny selesai baru usut yang lain-lain,” imbuhnya.
Apa Artinya Ini bagi Kasus MBG?
Pengakuan Sony Sonjaya tentang 41 nama yang terkait dalam kasus MBG ini menambah kompleksitas perkara ini. Kasus MBG sendiri merupakan kasus yang melibatkan banyak pihak, dan pengakuan Sony dapat menjadi titik terang dalam pengusutan kasus ini.
Namun, pengakuan Sony juga dapat menimbulkan pertanyaan tentang kredibilitasnya. Apakah pengakuan Sony dapat dipercaya, atau hanya sebagai upaya untuk mengelabui penyidik? Oleh karena itu, Kejagung perlu mendalami informasi Sony dengan hati-hati dan teliti.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kasus MBG masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Kejagung masih perlu mendalami informasi Sony Sonjaya dan memeriksa pihak-pihak yang terkait dalam kasus ini. Oleh karena itu, kita harus menunggu perkembangan selanjutnya dalam kasus ini.