Perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Swiss yang dijadwalkan pada Jumat, 19 Juni 2026, tiba-tiba dibatalkan. Hal ini menyebabkan harga minyak Brent naik 0,9% menjadi US$ 80,57 per barel, sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 1,23% menjadi US$ 77,54 per barel. Kenaikan harga minyak ini terjadi di tengah ketidakpastian upaya untuk mengubah kesepakatan sementara menjadi penyelesaian perdamaian. Pembatalan perundingan AS-Iran ini juga mempengaruhi pasar minyak global.
Faktor Pembatalan Perundingan
Menurut Kementerian Luar Negeri Swiss, pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan di Burgenstok pada Jumat tidak akan berjalan sesuai rencana. Gedung Putih juga menyebutkan bahwa Wakil Presiden AS JD Vance tidak lagi melakukan perjalanan ke Swiss karena masalah logistik yang belum terselesaikan seputar negosiasi. Sebelumnya, Vance mengatakan bahwa kapal tanker dengan lebih dari 12 juta barel melintasi Selat Hormuz pada malam sebelumnya. “Untuk malam kedua berturut-turut, Iran tidak menembaki kapal apa pun di Selat Hormuz,â kata Vance kepada wartawan. “Sejauh ini, mereka menghormati komitmen mereka.â
Dampak pada Pasar Minyak
Analis di PVM Oil Associates, Tamas Varga, mengatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz yang strategis dan vital secara bersyarat, bersamaan dengan pencabutan deklarasi force majeure oleh Kuwait dan berakhirnya blokade angkatan laut AS, telah meyakinkan bahwa gangguan yang telah mendorong harga di atas US$ 120 âbenar-benar telah berakhir.â Namun, analis Axi, Tiago Lacerda, memprediksi bahwa harga minyak kemungkinan akan diperdagangkan antara US$ 75 dan US$ 82 per barel dalam waktu dekat. “Perhatian dengan cepat beralih ke apakah pembukaan kembali secara fisik benar-benar mengikuti jalur pelayaran utama yang belum melanjutkan transit dan tarif asuransi tetap tinggi, menunjukkan bahwa pasar berhati-hati tentang kecepatan normalisasi,â kata Lacerda.
Apa Artinya Ini bagi Perekonomian Global?
Kenaikan harga minyak ini dapat memiliki dampak signifikan pada perekonomian global. Harga minyak yang lebih tinggi dapat meningkatkan biaya produksi dan transportasi, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, ketidakpastian dalam pasokan minyak dapat mempengaruhi kepercayaan investor dan meningkatkan volatilitas pasar. Oleh karena itu, pembatalan perundingan AS-Iran ini dapat memiliki implikasi yang lebih luas bagi perekonomian global.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pembatalan perundingan AS-Iran ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam upaya mencapai penyelesaian perdamaian. Harga minyak yang terus berfluktuasi menunjukkan bahwa ketidakpastian masih ada dalam pasar minyak global. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya lebih lanjut untuk meningkatkan stabilitas dan keamanan dalam pasokan minyak, serta meningkatkan kepercayaan investor dalam perekonomian global.