Implementasi sistem bayar tol tanpa sentuh atau Multi Lane Free Flow (MLFF) masih tertunda. PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) selaku operator sistem tol masih menunggu arahan pemerintah terkait pelaksanaan uji coba ulang. Pasalnya, pemerintah ingin memastikan teknologi ini dapat diterapkan secara optimal pada ekosistem jalan tol di Indonesia.
Rencana Uji Coba Ulang
Direktur Roatex Indonesia Toll System, Renaldi Utomo, mengatakan koordinasi dengan pemerintah hingga saat ini berjalan dengan baik. Menurut dia, pemerintah menunjukkan keseriusan untuk memastikan implementasi MLFF dilakukan secara hati-hati dan didukung pengujian yang memadai. “Kami menunggu arahan pemerintah. Dari 2022 sampai sekarang kami selalu mengikuti arahan yang diberikan pemerintah,” ujar Renaldi.
Renaldi belum mengungkapkan jadwal terbaru pelaksanaan uji coba. Sebelumnya, Jalan Tol Bali Mandara menjadi salah satu lokasi yang digunakan dalam tahap uji coba MLFF. Menurutnya, Bali masih berpeluang menjadi lokasi pengujian berikutnya, meski pemerintah juga dapat memilih ruas tol lain.
Tantangan Implementasi MLFF
Pengamat Transportasi sekaligus Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Danang Parikesit, menilai penerapan teknologi baru di jalan tol perlu dibarengi dengan kesiapan badan usaha jalan tol dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM). Menurut dia, salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah keberadaan kendaraan over dimension over load (ODOL) yang berpotensi mempercepat kerusakan jalan tol.
“SPM harus dipenuhi apabila kapasitas badan usaha jalan tol memungkinkan mereka mengelola variabel-variabel yang memengaruhi pemenuhannya. Selama badan usaha tidak mampu melarang kendaraan ODOL masuk ke jalan tol dan kendaraan tersebut menyebabkan kerusakan dini, maka mereka dapat memiliki alasan tidak dapat memenuhi SPM,” kata Danang.
Apa Artinya Ini bagi Pengguna Jalan Tol?
Implementasi MLFF memungkinkan pengguna jalan tol melakukan pembayaran tanpa harus berhenti di gerbang tol. Berbeda dengan sistem yang berlaku saat ini yang masih menggunakan kartu uang elektronik dan transaksi fisik di gardu tol. Dengan demikian, pengguna jalan tol dapat menikmati kemudahan dan kenyamanan dalam melakukan transaksi.
Namun, Danang menambahkan bahwa implementasi MLFF juga akan memengaruhi berbagai aspek layanan jalan tol, mulai dari proses transaksi hingga pengelolaan fasilitas pendukung seperti rest area. Karena itu, pengujian yang menyeluruh dinilai penting agar perubahan sistem pembayaran tidak menimbulkan persoalan baru dalam operasional jalan tol.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan akan melakukan uji coba ulang sistem MLFF untuk memastikan teknologi tersebut dapat diterapkan secara optimal pada ekosistem jalan tol di Indonesia. Sekretaris Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, mengatakan pihaknya tengah melakukan pendalaman terhadap sejumlah aspek teknis yang perlu diuji kembali.
“Kita lagi melakukan pendetailan penyiapan untuk rencana uji coba kembali terhadap sistem ini bisa diaplikasikan gak terhadap ekosistem jalan tol di Indonesia,” kata Komang. Dengan demikian, pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah yang panjang untuk memastikan implementasi MLFF dapat berjalan dengan lancar dan efektif.