Pembenahan Sistem Pembinaan Atlet
Prabowo sepakat dengan rencana pembangunan akademi olahraga nasional yang menjadi bagian dari rencana jangka panjang dalam pembinaan atlet nasional. Dengan pendekatan ini, anak-anak berpotensi akan dibina dan dilatih secara sistematis sejak usia dini untuk menjadi atlet-atlet masa depan. “Bapak Presiden juga mendorong, apalagi ada pemusatan yang namanya akademi olahraga nanti yang kita dimulai dari SD, SMP, SMA. Jadi, siapa yang akan menjadi atlet ke depan, dari usia 8-10 tahun sudah mulai dibina,” ujar Erick Thohir.
Komitmen pada Olahraga Disabilitas
Tidak hanya fokus pada atlet-atlet muda, Prabowo juga menunjukkan komitmennya untuk memperkuat pembinaan olahraga disabilitas. Erick melaporkan bahwa Prabowo sangat peduli dengan pengembangan olahraga disabilitas dan menyetujui program sertifikasi pelatih bagi penyandang disabilitas. Program ini diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi mereka untuk berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional.
Upaya Meningkatkan Kesejahteraan Atlet
Pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun atlet sebagai bagian dari upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para atlet setelah mereka menyelesaikan masa pengabdiannya di dunia olahraga. Erick menyebutkan bahwa Prabowo menanyakan mengenai perkembangan rencana dana pensiun atlet yang masih terus digodok. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memajukan olahraga nasional melalui pembangunan akademi olahraga dan pembinaan atlet sejak usia dini. Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan Indonesia dapat mencetak atlet-atlet berprestasi di tingkat internasional dan meningkatkan kesejahteraan para atlet.