Richard Muljadi, seorang sosialita dan pengusaha, kembali menjadi sorotan setelah ditangkap oleh Kejaksaan Agung karena terlibat dalam kasus penipuan bisnis batu bara yang merugikan korban hingga Rp 7 miliar. Penangkapan ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Richard, yang sebelumnya pernah tersangkut kasus narkoba dan penyalahgunaan kekuasaan.
Kasus Penipuan Bisnis Batu Bara
Menurut informasi, Richard Muljadi ditangkap pada Sabtu, 20 Juni 2026, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, setelah kembali dari Singapura. Penangkapan ini dilakukan oleh Tim Satuan Tugas Intelijen Reformasi dan Informasi (SIRI) Kejaksaan Agung. Richard diduga melakukan penipuan bisnis batu bara yang merugikan korban hingga Rp 7 miliar.
Kejaksaan Agung menyatakan bahwa Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan sebelumnya telah melimpahkan berkas perkara penipuan bisnis batu bara ke pengadilan. Namun, Richard tidak pernah menghadiri persidangan sehingga penyidik memasukkannya ke dalam daftar pencarian orang. Jaksa mendakwa Richard melanggar Pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan serta Pasal 372 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP tentang penggelapan. Atas dakwaan itu, ia terancam hukuman penjara paling lama delapan tahun.
Latar Belakang dan Kontroversi
Richard Muljadi lahir pada 19 Januari 1988, dan merupakan cucu pengacara senior sekaligus pengusaha, Kartini Muljadi. Ayahnya, Sujipto Husodo Muljadi, merupakan pemilik perusahaan minyak dan gas PT Mulia Graha Abadi. Richard memiliki latar belakang pendidikan ekonomi dan pemasaran dari Monash University. Setelah kembali ke Indonesia, ia bekerja sebagai fund manager di Ciptadana Sekuritas dan kemudian menjabat direktur di Mulia Graha Abadi.
Namun, Richard juga memiliki catatan kontroversi. Pada 2018, ia ditangkap polisi karena mengonsumsi kokain di sebuah restoran di kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Pengadilan kemudian menjatuhkan hukuman 1,5 tahun penjara dengan rehabilitasi. Dua tahun berselang, Richard kembali menuai kritik publik setelah mengunggah video dirinya berolahraga di Bali dengan pengawalan mobil patroli polisi.
Dampak dan Tanggapan
Penangkapan Richard Muljadi kembali menyoroti masalah penipuan dan penyalahgunaan kekuasaan di Indonesia. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana seseorang dengan latar belakang keluarga yang berpengaruh dapat terlibat dalam berbagai kontroversi. Kejaksaan Agung mengimbau seluruh buronan yang masuk daftar pencarian orang untuk menyerahkan diri, karena tidak ada tempat bersembunyi yang aman bagi buronan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kasus Richard Muljadi masih akan terus berlanjut di pengadilan. Masyarakat menunggu bagaimana proses hukum akan dijalankan dan apa yang akan menjadi keputusan akhir. Yang jelas, kasus ini menambah daftar panjang kontroversi yang melibatkan Richard Muljadi dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana seseorang dapat terlibat dalam berbagai kasus hukum.