Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta dan PT Transjakarta meresmikan nama baru Halte Transjakarta Setiabudi Integritas dalam kegiatan Car Free Day (CFD), Ahad, 21 Juni 2026. Melalui penamaan tersebut, KPK ingin mendekatkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat melalui ruang publik. Integritas menjadi kata kunci dalam upaya pencegahan korupsi. KPK berharap, penamaan halte ini dapat membawa pesan bahwa integritas berawal dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Latar Belakang Penamaan Halte
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pembangunan budaya integritas tidak cukup dilakukan melalui pendidikan formal, sosialisasi, atau forum resmi. Nilai-nilai antikorupsi juga perlu hadir di ruang-ruang yang setiap hari menjadi bagian dari aktivitas warga, termasuk transportasi publik. KPK menilai perkembangan konektivitas transportasi di Jakarta membuat semakin banyak warga berinteraksi di ruang transit.
KPK juga meyakini pemberantasan korupsi tidak hanya bergantung pada penindakan. Upaya pencegahan, pendidikan, dan pelibatan masyarakat secara kolaboratif menjadi bagian penting dalam membangun budaya antikorupsi yang berkelanjutan. Dengan penamaan halte tersebut, KPK berharap masyarakat yang singgah, menunggu, atau melintas di kawasan Setiabudi Integritas dapat membawa pesan tentang integritas.
Mengapa Integritas Penting?
Integritas bukan sesuatu yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, KPK ingin mendekatkan nilai-nilai antikorupsi kepada masyarakat melalui ruang publik. Dengan demikian, masyarakat dapat memahami bahwa integritas adalah bagian penting dari kehidupan sehari-hari.
Dampak Penamaan Halte
Penamaan halte Setiabudi Integritas diharapkan dapat membawa dampak positif dalam upaya pencegahan korupsi. Dengan adanya penamaan halte ini, KPK berharap masyarakat dapat memahami pentingnya integritas dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penamaan halte ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan korupsi.
Arah ke Depan
KPK menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jakarta, jajaran Pemerintah Provinsi Jakarta, PT Transjakarta, dan masyarakat yang mendukung gerakan pemberantasan korupsi melalui pendekatan pendidikan antikorupsi. Ke depannya, KPK akan terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya integritas dan pencegahan korupsi.