Candi Sumber Tetek, sebuah situs purbakala yang terletak di lereng Gunung Penanggungan, Pasuruan, Jawa Timur, menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik perhatian banyak orang. Dikelilingi oleh pepohonan hijau dan udara yang sejuk, candi yang juga dikenal sebagai Candi Belahan ini merupakan sebuah petirtaan kuno peninggalan Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan. Keunikan candi ini terletak pada arca Dewi Laksmi yang memiliki air mancur yang keluar dari payudaranya, memancarkan air pegunungan yang jernih dan mengalir tanpa henti ke kolam di depannya.
Keindahan Arsitektur Kuno
Candi Sumber Tetek merupakan sebuah kompleks cagar budaya yang memiliki arsitektur kuno yang unik. Dinding utama candi masih berdiri kokoh memayungi dua arca legendaris, yaitu Dewi Sri dan Dewi Laksmi. Arca Dewi Laksmi menjadi daya pikat utama situs ini, dengan air mancur yang keluar dari payudaranya membuat masyarakat setempat menjulukinya “Sumber Tetek”.
Mengapa Candi Sumber Tetek Menarik?
Candi Sumber Tetek menarik perhatian banyak orang karena keindahan arsitektur kuno dan keunikan arcanya. Selain itu, candi ini juga memiliki nilai historis yang tinggi sebagai peninggalan Raja Airlangga dari Kerajaan Kahuripan. Masyarakat setempat percaya bahwa air yang mengalir dari arca Dewi Laksmi memiliki khasiat menyembuhkan penyakit dan membuat awet muda.
Menurut Koordinator Juru Pelihara (Jupel) Cagar Budaya Wilayah Pasuruan, Astono, wisatawan yang datang ke Candi Sumber Tetek tidak dipungut biaya sepeser pun. “Wisatawan yang masuk sini gratis. Cukup isi buku tamu,” katanya. Banyak pelancong yang datang dari berbagai daerah demi bisa membasuh muka, berendam di kolam pemandiannya yang menyegarkan, atau bahkan membawa pulang air suci tersebut menggunakan botol.
Dampak bagi Masyarakat Sekitar
Candi Sumber Tetek tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga memiliki dampak bagi masyarakat sekitar. Candi ini menjadi sumber air bersih bagi masyarakat sekitar, terutama saat musim kemarau. Selain itu, candi ini juga menjadi tempat rekreasi keluarga dan destinasi wisata religi yang menarik perhatian para peziarah.
“Petirtaan Belahan merupakan cagar budaya yang menjadi daya tarik wisatawan. Ini tempat bersejarah yang terbuka untuk umum,” jelas Astono. Para pengunjung yang datang untuk bertapa atau melakukan ritual keagamaan berasal dari latar belakang budaya yang beragam. “Orang-orang kejawen banyak yang ritual di sini. Orang dari Bali juga banyak yang datang untuk melakukan ritual,” urainya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski Candi Sumber Tetek telah menjadi destinasi wisata sejarah yang populer, namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Pihak pengelola harus terus menjaga dan melestarikan situs purbakala ini agar tetap menjadi destinasi wisata yang menarik dan memiliki nilai historis yang tinggi. Dengan demikian, Candi Sumber Tetek dapat terus menjadi sumber kebanggaan bagi masyarakat Indonesia dan destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan mancanegara.