Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menggemparkan industri teknologi dengan klaim terbarunya bahwa Apple dan Intel akan bekerja sama untuk memproduksi chip semi-konduktor di Amerika Serikat. Trump menyatakan bahwa Apple telah merampungkan kesepakatan besar dengan Intel untuk merancang dan memproduksi komponen chip semi-konduktor langsung di dalam negeri. Klaim ini memperkuat rumor yang beredar dalam beberapa bulan terakhir tentang kemitraan antara kedua perusahaan tersebut.
Klaim Trump dan Keterlibatan Intel
Menurut Trump, Apple dan Intel akan bekerja sama untuk memproduksi chip yang akan digunakan dalam perangkat-perangkat Apple di masa depan. Intel diproyeksikan akan memproduksi sebagian chip yang akan mentenagai perangkat-perangkat anyar Apple di AS. Langkah ini tidak lepas dari intervensi agresif Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, yang dilaporkan berulang kali melobi jajaran eksekutif Apple sepanjang 2025 agar mau kembali bekerja sama dengan Intel.
Sebelumnya, Apple dan Intel memiliki hubungan yang cukup erat, namun hubungan tersebut sempat merenggang setelah Apple memutuskan beralih menggunakan chip buatan mandiri (Apple Silicon) yang diproduksi oleh perusahaan raksasa Taiwan, TSMC. Namun, angin perubahan tampaknya mulai berembus. Analis kenamaan, Ming-Chi Kuo, mengungkapkan bahwa Apple telah memulai pengujian System on a Chip (SoC) berbasis proses manufaktur 18A-P milik Intel.
Mengapa Kemitraan Ini Penting?
Kemitraan antara Apple dan Intel ini penting karena dapat membantu meningkatkan produksi chip semi-konduktor di Amerika Serikat. Trump juga mengindikasikan adanya skema timbal balik yang menguntungkan pemerintah dalam kerja sama ini. “Kami memutuskan untuk membantu Intel dengan imbalan 10 persen saham mereka,” ungkap Trump, merujuk pada desakan pemerintah agar Apple merangkul Intel kembali.
Pernyataan ini sejalan dengan manuver politik pemerintah AS yang telah menyuntikkan dana investasi sebesar USD 8,9 miliar ke saham Intel pada Agustus 2025. Suntikan modal raksasa ini didanai oleh sisa anggaran CHIPS Act serta alokasi khusus dari program Secure Enclave, yang kini mempertegas keterlibatan langsung negara dalam peta persaingan teknologi dunia.
Dampak Kemitraan Ini bagi Industri Teknologi
Kemitraan antara Apple dan Intel ini dapat memiliki dampak besar bagi industri teknologi. Jika Apple dan Intel berhasil memproduksi chip semi-konduktor di Amerika Serikat, maka ini dapat membantu meningkatkan produksi chip dan mengurangi ketergantungan pada impor chip dari negara lain. Selain itu, kemitraan ini juga dapat membantu meningkatkan inovasi dan pengembangan teknologi di Amerika Serikat.
Namun, dominasi TSMC dipastikan belum akan goyah, sebab sebagian besar manufaktur chip Apple diperkirakan tetap akan dipegang oleh perusahaan Taiwan tersebut. Oleh karena itu, kemitraan antara Apple dan Intel ini perlu terus dipantau dan dilihat bagaimana dampaknya bagi industri teknologi di masa depan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kemitraan antara Apple dan Intel ini masih memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi. Pemerintah AS masih perlu terus mendukung pengembangan teknologi dan industri di negara tersebut. Selain itu, Apple dan Intel juga perlu terus berinovasi dan mengembangkan teknologi untuk meningkatkan produksi chip semi-konduktor.
Dengan demikian, kemitraan antara Apple dan Intel ini dapat menjadi langkah awal yang baik untuk meningkatkan produksi chip semi-konduktor di Amerika Serikat. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.