8 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Tato di pergelangan tangan dapat mempengaruhi fungsi smartwatch? Simak penjelasan tentang bagaimana tato dapat mengganggu kinerja perangkat wearable ini.

Tato di Pergelangan Tangan Pengaruhi Fungsi Smartwatch? Ini Penjelasannya

Smartwatch dan fitness tracker adalah perangkat yang populer digunakan untuk memantau kesehatan dan kebugaran. Namun, bagi sebagian orang, perangkat canggih tersebut dapat menjadi tidak berfungsi dengan baik jika memiliki tato di pergelangan tangan. Tato di pergelangan tangan dapat mempengaruhi fungsi smartwatch, terutama fitur pemantau detak jantung.

Masalah ini terjadi karena smartwatch menggunakan teknologi photoplethysmography (PPG) untuk mendeteksi aliran darah. Sensor ini memancarkan cahaya ke dalam kulit untuk mendeteksi perubahan aliran darah. Namun, pigmen tinta tato dapat memblokir atau memantulkan kembali cahaya tersebut, sehingga membuat pembacaan menjadi kacau atau bahkan gagal total.

Apa yang Terjadi?

Bagi sebagian orang, merogoh kocek jutaan rupiah demi sebuah smartwatch atau fitness tracker mutakhir adalah investasi kesehatan yang sepadan. Namun, bayangkan jika setelah membelinya, perangkat canggih tersebut justru mogok berfungsi hanya karena satu hal: tato di pergelangan tangan. Fenomena ini bukan isapan jempol. Berbagai forum teknologi seperti Reddit dan laman dukungan pelanggan dipenuhi keluhan pengguna yang mendapati jam tangan pintar mereka mendadak “bodoh” saat bersentuhan dengan kulit bertato.

Masalah utama yang kerap muncul berkaitan dengan fitur pemantau detak jantung. Mayoritas wearable device mengandalkan teknologi berbasis cahaya yang disebut photoplethysmography (PPG)—lampu hijau yang kerap berkedip di bagian bawah jam. Sensor ini mendeteksi aliran darah dengan memancarkan cahaya ke dalam kulit. Sayangnya, pigmen tinta tato kerap memblokir atau memantulkan kembali cahaya tersebut, sehingga membuat pembacaan menjadi kacau atau bahkan gagal total.

Mengapa dan Dampaknya

Tato di pergelangan tangan dapat mempengaruhi fungsi smartwatch karena teknologi PPG yang digunakan. Pigmen tinta tato dapat memblokir atau memantulkan kembali cahaya yang dipancarkan oleh sensor, sehingga membuat pembacaan menjadi kacau atau bahkan gagal total. Hal ini dapat menyebabkan fitur pemantau detak jantung dan wrist detection menjadi tidak berfungsi dengan baik.

Dampaknya, pengguna harus berulang kali memasukkan password atau PIN setiap kali ingin melihat layar. Selain itu, fitur pemantau detak jantung juga dapat menjadi tidak akurat atau bahkan tidak berfungsi sama sekali. Hal ini dapat menyebabkan pengguna tidak dapat memantau kesehatan dan kebugaran mereka dengan baik.

Solusi dan Arah ke Depan

Saat ini, belum ada solusi mutakhir dari produsen untuk mengatasi masalah ini. Namun, beberapa produsen telah mengimbau pengguna untuk memakai perangkat di area kulit yang bersih dari tato. Selain itu, beberapa produk terbaru seperti Google Pixel Watch 4 telah menunjukkan performa yang lebih baik pada kulit bertato dibandingkan pendahulunya.

Sebuah studi pada 2025 mencoba mengukur sejauh mana tato memengaruhi sensor dengan membandingkan perangkat yang dipakai di area bertato dan kulit bersih. Hasilnya cukup bervariasi. Gangguan terbesar justru terjadi saat pengguna dalam kondisi istirahat dan dampaknya justru mengecil saat intensitas olahraga meningkat. Pada akhirnya, tingkat gangguan ini sangat bergantung pada banyak variabel; mulai dari warna tinta, kepekatan, hingga kedalaman jarum tato masuk ke kulit.

Dalam jangka panjang, produsen harus mengembangkan sensor yang adaptif terhadap variasi kulit. Terlebih, sensor berbasis cahaya ini juga dilaporkan kurang akurat jika digunakan oleh orang dengan warna kulit gelap. Hal ini memicu desakan agar riset dan pengembangan teknologi di masa depan bisa lebih inklusif.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *