Pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Shofwan Al Banna Choiruzzad, mengungkapkan bahwa terdapat tiga kemungkinan yang mungkin terjadi pascapenandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Amerika Serikat dan Iran. Menurutnya, kesepakatan damai ini tidak lantas menandai berakhirnya dinamika politik dan keamanan di Timur Tengah. Israel, kata Shofwan, kemungkinan akan melakukan segala cara untuk menggagalkan perundingan damai lebih lanjut.
Tiga Skenario Pasca-MoU AS-Iran
Shofwan menjelaskan bahwa Israel menganggap kesepakatan damai ini merupakan bentuk kegagalan strategis, dan akan melakukan berbagai cara untuk menggagalkannya. Pemerintah Israel bahkan sudah menyiapkan daftar target operasi yang akan ditembak jika perdamaian yang final tidak dapat tercapai. Selain itu, Shofwan juga menyebutkan bahwa mantan Presiden AS Donald Trump tengah mengevaluasi dampak politik dari perubahan pendekatan Washington terhadap perang Iran.
Menurut Shofwan, dukungan penuh kepada Israel dinilai menimbulkan biaya politik yang tidak setimpal sehingga mendorong perubahan strategi. Perang selama 112 hari itu menyeret AS ke dalam kerugian politik yang sangat mahal. Shofwan juga menyebutkan bahwa kekalahan Zionis terhadap Iran berpotensi meningkatkan kebrutalan operasi militer di Palestina.
Dampak Bagi Warga Palestina
Shofwan mengimbau bahwa kesempatan ini merupakan peluang untuk membangun solidaritas kemanusiaan serta mengupayakan perdamaian permanen bagi warga Palestina. Jadikan momentum kesepakatan damai ini bukan untuk melupakan Gaza, tetapi justru kesadaran bahwa kekuatan militer raksasa dapat dikalahkan dengan keteguhan. Pada Jumat, perundingan teknis antara AS dan Iran yang seharusnya akan dilangsungkan di Swiss untuk membahas implementasi kesepakatan gencatan senjata permanen ditunda.
Penundaan Perundingan Teknis
Penundaan terjadi di tengah berlanjutnya operasi militer Zionis di Libanon Selatan yang memicu keberatan Iran. Menurut sejumlah laporan, Iran menunda pengiriman delegasinya ke Swiss karena serangan militer Zionis yang terus berlangsung. Serangan yang terjadi sejak Kamis malam hingga Jumat itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 16 orang.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kesepakatan damai antara AS dan Iran masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Berbagai pihak masih harus bekerja sama untuk memastikan bahwa kesepakatan ini dapat terlaksana dengan baik dan membawa dampak positif bagi warga Palestina dan kawasan Timur Tengah secara keseluruhan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://dunia.tempo.co/read/2109559/pengamat-hi-ui-3-hal-pasca-mou-as-iran, without altering the facts of the original article.