Polusi mikroplastik di lautan ternyata memiliki dampak signifikan terhadap kemampuan laut dalam menyerap karbon dioksida (CO2), yang merupakan salah satu faktor kunci dalam menjaga stabilitas iklim bumi. Lautan, yang menutupi sekitar 70 persen permukaan planet, memainkan peran krusial dalam menyerap hampir sepertiga emisi CO2 akibat aktivitas manusia. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa akumulasi polusi mikroplastik dapat menghalangi perkembangan fitoplankton, alga mikroskopis di permukaan laut yang sangat penting bagi proses fotosintesis.
Fitoplankton: Pilar Utama Sistem Retensi Karbon Alami Lautan
Fitoplankton beroperasi dengan mengolah pancaran matahari, air, dan CO2 menjadi energi serta oksigen, sekaligus menjadi pilar utama sistem retensi karbon alami lautan. Francesca Verones dari NTNUâs Department of Energy and Process Engineering bersama tim penelitinya memetakan dampak sebaran mikroplastik terhadap alga di berbagai zona iklim dunia. Studi tersebut membuktikan bahwa partikel plastik mini mampu menghalangi perkembangan fitoplankton lewat hambatan fisik hingga dampak racun.
Dampak Mikroplastik terhadap Penyerapan Karbon
Menurut penelitian yang dimuat dalam jurnal Ecosystem Services, dampak paling signifikan terjadi pada wilayah tropis serta kawasan beriklim kering. Pada wilayah-wilayah tersebut, akumulasi mikroplastik diperkirakan memangkas kemampuan laut untuk menyerap karbon hingga puluhan ribu ton metrik per tahun. “Di area-area ini, kami menemukan bahwa mikroplastik dapat mengurangi penyerapan karbon masing-masing sebesar 25 ribu dan 48 ribu ton metrik selama setahun,” kata Verones.
Mengapa Polusi Mikroplastik Berdampak Besar?
Polusi mikroplastik bukan hanya masalah timbunan sampah, melainkan berkaitan erat dengan perubahan iklim dan penurunan keanekaragaman hayati. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengategorikan situasi ini sebagai “krisis planet rangkap tiga”, yang mencakup krisis iklim, polusi lingkungan, serta hilangnya biodiversitas secara simultan. Verones memaparkan bahwa riset timnya berfokus pada tiga dampak utama plastik terhadap stabilitas lingkungan global, termasuk bagaimana plastik memengaruhi keanekaragaman hayati, penyebaran spesies invasif, dan jasa ekosistem seperti penyerapan karbon.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Fakta baru ini memperpanjang konsekuensi buruk pencemaran plastik yang tidak hanya merusak perairan dan mengancam satwa, tetapi juga berpotensi melumpuhkan benteng alami bumi dalam menahan laju krisis iklim. Oleh karena itu, upaya mengurangi polusi plastik dan melindungi ekosistem laut menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas iklim dan keberlanjutan lingkungan hidup. Dengan demikian, kesadaran dan tindakan nyata dari masyarakat global diperlukan untuk mengatasi permasalahan ini dan memastikan masa depan yang lebih baik bagi planet kita.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.babelinsight.id/polusi-mikroplastik-hambat-laut-serap-karbon, without altering the facts of the original article.