Berita Hari Ini – 14 April 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan peringatan keras pada Selasa, 14 April 2026, dalam acara silaturahmi dan halal bihalal bersama Pasukan Kuning Dinas Bina Marga di Kantor Unit Pengelola Penyelidikan, Pengujian dan Pengukuran Bina Marga, Jakarta Timur. Ia menegaskan bahwa kasus manipulasi kecerdasan buatan (AI) dalam aplikasi pengaduan warga Jakarta Kini (JAKI) tidak boleh terulang di lingkungan Bina Marga.
“Jangan sampai terulang seperti yang terjadi di pasukan yang lain, kemudian karena kemampuannya sampai JAKI kemudian dimanipulasi, jangan sampai terjadi di tempat ini,” ujar Pramono di hadapan para kepala seksi Bina Marga lima wilayah kota administrasi. Ia menambahkan pentingnya rasa hormat dan komitmen para petugas untuk memahami kondisi lapangan secara langsung serta melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab.
Kasus Manipulasi AI di JAKI yang Membara
Pada awal April 2026, sebuah laporan warga mengenai parkir liar di kawasan Kalisari, Pasar Rebo, menguak praktik manipulasi foto oleh oknum petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU). Alih-alih turun ke lapangan, tiga petugas PPSU mengunggah gambar jalan kosong yang dihasilkan melalui teknik pengolahan gambar berbasis AI. Kejanggalan visual segera terdeteksi oleh warganet, memicu viral di media sosial dan menimbulkan pertanyaan serius tentang integritas layanan publik.
Akibatnya, Lurah Kalisari, Siti Nurhasanah, serta Kepala Seksi Pemerintahan dan Kepala Seksi Ekonomi dan Pembangunan Kelurahan Kalisari, dikenakan hukuman disiplin dan ditempatkan dalam masa pembinaan. Tiga petugas PPSU yang terlibat juga menerima sanksi sesuai dengan ketentuan dalam syarat umum kontrak. Inspektorat DKI Jakarta turun tangan, menonaktifkan jabatan Lurah dan melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur penanganan laporan.
Pembenahan Sistem JAKI dan Penerapan Teknologi AI
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merespons skandal tersebut dengan langkah-langkah strategis. Sistem JAKI akan diwajibkan mengunggah foto secara real‑time dari lokasi kejadian, sehingga meminimalkan ruang bagi manipulasi. Selain itu, aplikasi akan dilengkapi modul deteksi manipulasi gambar berbasis AI yang mampu mengidentifikasi tanda‑tanda editan secara otomatis.
Pramono menegaskan bahwa Bina Marga harus menjadi contoh dalam penerapan teknologi baru. “Saya minta betul kepada para Kepala Suku Dinas Bina Marga di lima wilayah kota administrasi, Saudara‑saudara harus betul‑betul memahami, mengetahui persoalan lapangan yang ada,” ujarnya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pasukan Kuning yang selama ini menjadi ujung tombak penanganan infrastruktur jalan, sekaligus menegaskan bahwa semangat kerja tidak boleh turun.
Langkah Konkret Pemerintah Provinsi
- Penggunaan kamera beresolusi tinggi yang terintegrasi dengan aplikasi JAKI untuk pengambilan foto langsung dari lapangan.
- Penerapan algoritma deteksi deep‑fake yang dapat menandai gambar yang telah diubah secara digital.
- Peningkatan pelatihan petugas Bina Marga tentang etika penggunaan AI dan pentingnya akurasi data.
- Pembentukan tim audit independen untuk memantau kepatuhan prosedur pelaporan.
- Pemberian sanksi administratif dan disiplin bagi petugas yang melanggar ketentuan, termasuk pencabutan hak akses aplikasi JAKI.
Dengan rangkaian kebijakan ini, diharapkan kepercayaan publik terhadap sistem pengaduan warga dapat dipulihkan. Pramono menutup acara dengan harapan bahwa kinerja Pasukan Kuning akan terus ditingkatkan tanpa mengorbankan integritas dan transparansi.
Kasus manipulasi AI di JAKI menjadi pelajaran berharga bagi seluruh lembaga pemerintah kota. Penegakan sanksi tegas, pembaruan teknologi, serta pengawasan berkelanjutan diyakini dapat mencegah terulangnya praktik serupa di masa depan.