Daihatsu terancam krisis setelah 11 outletnya di Indonesia memutuskan untuk menghentikan penjualan produk mobil Jepang dan beralih menjadi outlet untuk penjualan brand-brand mobil China. Fenomena ini terjadi di tengah meningkatnya popularitas mobil China dengan teknologi elektrifikasi dan harga terjangkau.
Fenomena Outlet Daihatsu Tutup
Tri Mulyono, Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO), menjelaskan bahwa Daihatsu tidak merespons secara serius fenomena tersebut. Menurutnya, evaluasi bulanan tetap dilakukan, namun itu adalah hal rutin. “Karena tindakan ini kan memang keputusan bisnis dari masing-masing dealer. Tentunya buat kami juga tidak bisa menjadikan dengan adanya hal ini, lalu membuat evaluasi khusus. Karena evaluasi tetap kami lakukan. Secara 3 bulanan kami tetap melakukan evaluasi terhadap performance masing-masing dealer,” ungkap Tri.
Tri menambahkan bahwa dengan adanya peristiwa itu, sebenarnya mekanisme evaluasi dan kontrol sebenarnya sudah Daihatsu lakukan. “Tapi kebetulan karena memang ini menjadi satu keputusan bisnis dari dealer tersebut, maka kami juga tidak ada treatment khusus untuk bisa melakukan evaluasi kembali karena memang mekanismenya sudah ada,” sambung Tri.
Mengapa Outlet Daihatsu Tutup?
Menurut pengamat, fenomena ini terjadi karena meningkatnya kompetisi di pasar otomotif Indonesia. Brand-brand mobil China seperti Chery, Great Wall Motor, dan BYD mulai memasuki pasar Indonesia dengan teknologi elektrifikasi dan harga terjangkau. Hal ini membuat outlet-outlet Daihatsu dan brand mobil Jepang lainnya harus bersaing dengan lebih ketat.
Dampak bagi Daihatsu
Daihatsu saat ini masih memiliki 23 group dealer dengan outlet resmi sebanyak 250 di seluruh Indonesia. Namun, jika fenomena ini terus berlanjut, maka Daihatsu harus melakukan evaluasi serius untuk mempertahankan pangsa pasarnya. “Kami harus terus meningkatkan kualitas layanan dan produk kami untuk mempertahankan kepercayaan konsumen,” ungkap Tri.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Daihatsu masih memiliki jalan panjang untuk mempertahankan posisinya di pasar otomotif Indonesia. Dengan meningkatnya kompetisi dan perubahan perilaku konsumen, Daihatsu harus terus berinovasi dan meningkatkan kualitas layanan dan produknya untuk tetap relevan di pasar.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.