Bareskrim Ungkap Penyelundupan 1,4 Kg Sabu yang Dikamuflase sebagai Barang Elektronik
Bareskrim Polri berhasil mengungkap kasus penyelundupan 1,4 kilogram sabu yang dikamuflase sebagai barang elektronik. Kasus ini terungkap setelah personel gabungan melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Lampung. Modus operandi yang digunakan oleh tersangka cukup canggih, yaitu dengan menyembunyikan sabu di dalam speaker aktif dan laptop.
Petugas mencurigai sebuah speaker aktif yang dibawa oleh Yulio Fikri alias Rizki, karena memiliki bobot yang tidak wajar. Setelah dilakukan pembongkaran, ditemukan dua paket sabu yang disembunyikan di dalam speaker dengan berat bruto 412 gram. Temuan ini menjadi awal dari pengungkapan jaringan penyelundupan sabu yang lebih besar.
Kronologi Penangkapan dan Pengungkapan Kasus
Setelah penemuan sabu di dalam speaker aktif, tim gabungan Dittipidnarkoba melaksanakan controlled delivery menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk mengidentifikasi penerima dan jaringan yang terlibat. Dalam pemeriksaan ulang terhadap barang bawaan tersangka, petugas kembali menemukan satu paket sabu seberat 213 gram yang disembunyikan di dalam laptop.
Dari hasil controlled delivery dan interogasi terhadap tersangka, tim berhasil mengidentifikasi serta mengamankan Hendri Prayogi di Lombok Tengah pada tanggal 12 Juni 2026 sebagai pihak yang menerima dan mengendalikan pengiriman narkotika di wilayah Lombok. Selanjutnya, tim juga menemukan 3 paket sabu dengan total berat bruto 620 gram yang disembunyikan di bawah jok kursi dan plafon kamar mandi bus.
MENGAPA & DAMPAK: Jaringan Narkotika yang Terungkap
Pengungkapan kasus ini menunjukkan bahwa jaringan narkotika masih sangat aktif dan menggunakan modus operandi yang canggih untuk menghindari deteksi. Kasus ini juga menunjukkan bahwa penyelundupan narkotika dapat dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk melalui barang elektronik.
Dampak dari kasus ini adalah terganggunya pasokan narkotika di wilayah Lombok dan sekitarnya. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan bahwa aparat kepolisian masih sangat aktif dalam mengungkap jaringan narkotika dan memberantas peredaran narkotika di Indonesia.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Bareskrim Polri masih melakukan pengembangan terhadap jaringan yang lebih besar. Para tersangka yang telah ditangkap akan menjalani proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut untuk mengungkap jaringan narkotika yang terlibat. Kasus ini menunjukkan bahwa perang terhadap narkotika masih panjang dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk memberantas peredaran narkotika di Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.