Krisis iklim telah menjadi ancaman serius bagi generasi muda, terutama anak-anak. Menurut laporan terbaru United Nations Children’s Fund (UNICEF), 2,3 miliar anak di dunia terpapar sedikitnya satu ancaman iklim. Dampak krisis iklim terhadap anak tidak hanya berdampak terhadap fisik, tapi juga mental. Anak-anak dapat menghadapi panas ekstrem, banjir, kekeringan, penurunan kualitas air, polusi udara, penyakit menular, hingga gangguan pangan dalam waktu yang berdekatan, bahkan bersamaan.
Dampak Krisis Iklim terhadap Anak
Laporan “Children’s Climate Risk Report 2026: Children’s Exposure to Climate Hazards and Climate Risks” yang diterbitkan UNICEF menunjukkan bahwa anak-anak tidak menghadapi risiko iklim secara tunggal. Mereka dapat terkena dampak banjir, suhu panas perkotaan, polusi udara, serta penyakit seperti dengue di Jawa. Di wilayah Nusa Tenggara, ancaman yang lebih menonjol adalah kekeringan, keterbatasan air bersih, gangguan pangan, dan masalah gizi. Adapun yang dihadapi anak di pesisir dan pulau kecil adalah kenaikan muka laut, rob, intrusi air laut, serta gangguan sumber air tawar.
Kronologi dan Fakta
Menurut KONSULTAN Climate Landscape Analysis for Children in Indonesia, Perdinan, anak-anak dapat menghadapi berbagai ancaman iklim secara bersamaan. Di Jawa, anak-anak cenderung terkena dampak banjir, suhu panas perkotaan, polusi udara, serta penyakit seperti dengue. Di wilayah Nusa Tenggara, ancaman yang lebih menonjol adalah kekeringan, keterbatasan air bersih, gangguan pangan, dan masalah gizi. UNICEF mencatat 2,3 miliar anak di dunia terpapar sedikitnya satu ancaman iklim, dan sekitar 4 juta anak harus menghadapi enam ancaman iklim sekaligus.
Mengapa dan Dampak
Dampak krisis iklim terhadap anak bukan hanya isu lingkungan, tapi juga isu hak dan pembangunan manusia. Krisis iklim juga menyentuh urusan makan sehari-hari, dengan perubahan suhu, curah hujan, musim, dan kejadian cuaca ekstrem yang mempengaruhi produksi padi, hortikultura, ternak, dan perikanan. Efek negatifnya adalah penurunan hasil dan kenaikan harga pangan, termasuk gangguan pada distribusinya. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk mengurangi dampak krisis iklim terhadap anak, seperti mendorong keterlibatan anak muda dalam berbagai aksi iklim dan mengedukasi mereka tentang dampak perubahan iklim.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Upaya untuk mengurangi dampak krisis iklim terhadap anak masih panjang. Plan Indonesia, sebuah organisasi yang bekerja sama dengan anak muda, terutama perempuan, dalam berbagai aksi iklim, menyatakan bahwa mereka sedang mendorong keterlibatan anak muda dalam berbagai aksi iklim dan mengedukasi mereka tentang dampak perubahan iklim. Dengan demikian, anak-anak dapat lebih memahami dampak perubahan iklim dan turut merancang aksi di tingkat komunitas hingga menyampaikan pengalaman mereka kepada forum perencanaan pembangunan daerah.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://tekno.tempo.co/read/2109982/disoroti-unicef-ini-dampak-krisis-iklim-terhadap-anak, without altering the facts of the original article.