Ajax Amsterdam baru saja mengamankan salah satu talenta muda potensial dari akademinya. Giovanni van der Wijst, kiper berusia 17 tahun, resmi menandatangani kontrak profesional pertamanya dengan durasi tiga tahun atau hingga 30 Juni 2029. Langkah ini tentu mengundang perhatian, terutama setelah kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, memberikan reaksi mendukung melalui komentarnya.
Kontrak Profesional Pertama untuk Giovanni van der Wijst
Manajemen Ajax menilai Van der Wijst sebagai talenta dengan prospek menjanjikan yang siap melanjutkan karier bersama akademi klub. Dalam unggahan resmi Ajax, Direktur Sepak Bola Ajax, Marijn Beuker, memberikan pujian kepada Van der Wijst. Menurutnya, pemain muda itu memiliki atribut lengkap sebagai penjaga gawang modern dengan masa depan cerah di Amsterdam.
“Giovanni adalah kiper yang atletis dengan refleks luar biasa. Ia kuat dalam situasi satu lawan satu dan menonjol berkat kemampuannya berkomunikasi serta mengantisipasi umpan silang,” kata Beuker. “Sangat menyenangkan melihat kiper dengan kualitas seperti dirinya terus mengembangkan kemampuannya di akademi kami, dan kami yakin ia memiliki masa depan yang cerah di klub ini,” sambungnya.
Reaksi Maarten Paes dan Potensi Masa Depan
Unggahan Ajax mengenai kontrak baru Van der Wijst mendapat respons dari Maarten Paes, kiper Timnas Indonesia. Melalui komentar di media sosial, Paes meninggalkan emotikon api sebagai bentuk dukungan atas pencapaian pemain muda tersebut. Dukungan Paes ini tentu mengundang perhatian, mengingat Van der Wijst memiliki garis keturunan Indonesia dari silsilah keluarga ayahnya.
Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Yussa Nugraha pada 2025, Van der Wijst mengungkapkan bahwa kedua orang tua bapaknya atau kakek dan neneknya lahir di Indonesia. Ini membuat Van der Wijst berstatus eligible untuk memperkuat tiga negara, yakni Belanda, Polandia, serta Indonesia. Potensi ini tentu membuka peluang bagi PSSI untuk memantau perkembangannya di masa mendatang.
Mengapa Giovanni van der Wijst Menarik Perhatian?
Giovanni van der Wijst bergabung dengan Ajax pada 2019 selepas direkrut dari klub mitra Fortuna Wormerveer. Sejak saat itu, ia terus menapaki jenjang akademi dan membela berbagai kelompok usia Ajax. Van der Wijst memiliki impian besar untuk menembus tim senior Ajax di masa depan. Sebagai pengagum Gianluigi Donnarumma, ia menekuni posisi kiper sejak usia delapan tahun dan bertekad mewujudkan mimpinya.
Apa Artinya Ini bagi Van der Wijst dan Timnas Indonesia?
Dengan kontrak profesionalnya, Van der Wijst diprediksi akan memperkuat Ajax U-19 pada musim depan. Langkah ini tentu menjadi tantangan besar bagi pemain muda tersebut. Bagi Timnas Indonesia, potensi Van der Wijst menjadi pemain naturalisasi di masa depan tentu menjadi kabar baik. PSSI diharapkan dapat memantau perkembangannya dan mempertimbangkan peluang untuk memanggilnya bergabung dengan skuad Garuda.
Jalan panjang masih harus ditempuh Van der Wijst untuk mencapai puncak kariernya. Dukungan dari Maarten Paes dan perhatian dari PSSI dapat menjadi motivasi besar bagi pemain muda tersebut untuk terus berkembang dan mengejar mimpinya di sepak bola.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.