Tio Pakusadewo tak kuasa menahan air matanya saat mengingat momen di mana dia diingatkan lagi untuk mengaji oleh mantan teroris, Ali Imron, di dalam penjara. Bintang film Laskar Pelangi itu merasa kondisinya kini ibaratkan adegan film, sudah sampai di tikungan terakhir. “Ya Tuhan mohon maaf. Sampai saya berkesimpulan, ya ini kalau di film ini adegan tikungan yang terakhir. Ya mungkin sudah saatnya saya bebenah semua-semua kan, yang di dalam terutama. Bebenah dirilah ya. Banyak mengurangi hal-hal yang tidak perlu. Ucapan yang tidak perlu. Tindakan apalagi. Berpikir juga nggak perlu juga. Terima saja ini hadiah dari Tuhan,” kata Tio Pakusadewo di Rumpi: No Secret, Selasa (23/6/2026).
Momen Penentu di Penjara
Tio Pakusadewo menceritakan bahwa dia dipertemukan dengan Ali Imron di dalam penjara. Ali Imron dipanggil Pak Ustaz. Semula Tio juga nggak mengenal dan nggak mau menemuinya. Namun, setelah ngobrol dan dekat, Ali Imron bertanya soal mengaji kepada Tio. “‘Mau belajar ngaji nggak? Eh pernah ngaji nggak? Masih ingat?’. ‘Nggak, ya jim ha kho selebihnya lupa’. ‘Mau saya ajarin?’, ‘Lama nggak?’, gue bilang. ‘Tergantung kalau masih cerdas bisa’. Dia menjamin dua hari bisa lancar lagi. Ternyata, bisa,” cerita Tio.
Tio menambahkan bahwa dari situ dia mulai baca-baca ayat yang disarankan. Hebatnya di penjara itulah, dia bisa menghapal ayat kursi. Menghapal banyak surat. Sekeluarnya pun dia masih bisa menghapal Al-A’la. “Nah dari situ saya mulai baca-baca ayat yang disarankan gitu ya. Hebatnya di penjara itulah, saya bisa menghapal ayat kursi. Menghapal banyak surat. Sekeluarnya pun saya masih bisa menghapal Al-A’la,” akunya.
Apa Artinya Ini bagi Tio Pakusadewo?
Tio menangis karena merasa kasih sayang Tuhan kepadanya. Kini, setelah sakit dia merasakan ada hal berubah. Ada rutinitas yang belum bisa dia lakukan lagi, yakni salat subuh di masjid. “Saya 2 tahun terakhir itu tidak pernah luput dari subuh. Sampai akhirnya saya sakit. Setelah sakit ini, kehilangan banyak karena udah jarang subuh di masjid,” ungkapnya.
Hal itu, seperti cerita salah satu netizen yang mengomentari unggahan soal dirinya yang sakit. Komentar netizen yang dibacakan dalam acara Rumpi itu, mengatakan sudah jarang melihat Tio pulang dari masjid. Tio merasa bahwa ini adalah saatnya untuk kembali kepada Tuhan dan memperbaiki diri.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Tio Pakusadewo berharap dapat kembali melakukan rutinitasnya seperti sebelumnya, terutama salat subuh di masjid. Dia juga berharap dapat terus memperbaiki diri dan meningkatkan imannya. “Mungkin kalau orang yang sehat tahu bahwa sakit itu adalah ibadah dan luar biasa. Mereka berebut sakit,” katanya.
Tio Pakusadewo menambahkan bahwa dia akan terus berusaha untuk menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Tuhan. Dia berharap dapat menjadi contoh yang baik bagi orang lain dan dapat membantu orang lain untuk meningkatkan iman dan taqwa mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8544550/tangis-tio-pakusadewo-ingat-ngaji-lagi-hapal-surat-pendek-karena-ali-imron, without altering the facts of the original article.