Kim Jong Un mengumumkan rencana untuk memasang senjata nuklir di kapal perang Korea Utara, dengan proyek 10.000 ton yang akan dimulai segera. Pernyataan ini disampaikan pada peresmian kapal perang Choe Hyon, salah satu dari dua kapal perang kelas 5.000 ton yang diluncurkan negara bersenjata nuklir itu tahun lalu. Kim Jong Un menyatakan bahwa program melengkapi Angkatan Laut dengan senjata nuklir berjalan sesuai rencana tanpa kesalahan.
Peresmian Kapal Perang Choe Hyon
Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) melaporkan bahwa Kim Jong Un menyampaikan pernyataan tersebut pada peresmian Choe Hyon di kota pelabuhan Nampo pada Selasa (23/6). Kim Jong Un menyatakan bahwa program melengkapi Angkatan Laut dengan senjata nuklir berjalan sesuai rencana tanpa kesalahan. “Ini adalah langkah strategis yang sangat penting karena akan memungkinkan untuk menjaga kekuatan nuklir negara kita siap untuk operasi yang beragam dan efisien,” katanya.
Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Korea Utara sebelumnya mengatakan bahwa Choe Hyon dilengkapi dengan “senjata paling ampuh”, dan Kim telah melakukan beberapa inspeksi terhadap kapal-kapal di kelasnya tahun ini, termasuk mengawasi uji coba rudal jelajah dari Choe Hyon pada bulan April. Setelah Choe Hyon, Kim Jong Un mengumumkan rencana untuk segera mengoperasikan kapal perusak Kang Kon. Setelah itu, Korea Utara akan meluncurkan kapal perang strategis 10.000 ton satu demi satu.
Mengapa dan Dampak
Korea Utara berada di bawah berbagai sanksi terkait program nuklirnya, dan kedua Korea secara teknis masih dalam keadaan perang karena konflik tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian. Pyongyang telah berulang kali menyatakan dirinya sebagai negara nuklir “tak dapat diubah” sejak pertemuan puncak tahun 2019 antara Kim Jong Un dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Hanoi gagal karena perbedaan cakupan denuklirisasi dan pencabutan sanksi. Rencana Korea Utara untuk memasang senjata nuklir di kapal perang dapat meningkatkan kemampuan pertahanan negara tersebut, namun juga dapat meningkatkan ketegangan dengan negara-negara lain di kawasan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan rencana untuk membangun dua kapal permukaan setiap tahun, Korea Utara dapat meningkatkan kemampuan pertahanannya dalam beberapa tahun ke depan. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk sanksi internasional dan reaksi dari negara-negara lain. Kim Jong Un menyatakan bahwa Korea Utara akan terus meningkatkan kemampuan pertahanannya, namun tidak jelas apa yang akan terjadi selanjutnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/internasional/d-8544647/kim-jong-un-pasang-senjata-nuklir-al-korut-mau-bangun-kapal-perang-10-000-ton, without altering the facts of the original article.