Luka Modric kembali mencatatkan tinta emas dalam perjalanan kariernya bersama Timnas Kroasia. Gelandang veteran tersebut merayakan penampilan ke-200 saat membawa Kroasia menang tipis 1-0 atas Panama pada matchday kedua Grup L Piala Dunia 2026. Kemenangan ini memastikan Kroasia tetap menjaga peluang melaju ke fase gugur, sementara Panama harus tersingkir dari persaingan dengan satu pertandingan tersisa.
Momen Penentu di Menit Akhir
Laga yang berlangsung di Toronto Stadium, Rabu (24/6/2026) pagi WIB, berjalan tidak mudah bagi Kroasia. Panama mampu memberikan perlawanan sengit sebelum akhirnya gol Ante Budimir pada babak kedua menjadi pembeda. Modric tampil sebagai starter dalam laga melawan Panama dan menjalankan perannya sebagai pengatur permainan Kroasia. Ia kemudian ditarik keluar pada menit ke-81 setelah memberikan kontribusi penting dalam menjaga keseimbangan lini tengah.
Apa Artinya Ini bagi Kroasia?
Pertandingan tersebut menjadi momen spesial karena Modric mencatatkan caps ke-200 bersama Kroasia. Ia menjadi pemain keempat yang mencapai jumlah penampilan tersebut dalam sejarah sepak bola pria. Sejak melakukan debut Piala Dunia pada 2006, Modric juga terus mencatatkan torehan luar biasa. Di ajang Piala Dunia, hanya Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang memiliki jumlah pertandingan lebih banyak dibandingkan 21 laga milik Modric.
Modric kini tampil dalam Piala Dunia kelima sepanjang kariernya. Pengalaman panjangnya menjadi salah satu modal utama Kroasia dalam menghadapi persaingan di level tertinggi. Selain pencapaian Modric, kemenangan Kroasia atas Panama juga menghadirkan catatan menarik lewat Ante Budimir. Pemain pengganti tersebut menjadi pahlawan setelah mencetak gol kemenangan pada menit ke-54.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Budimir masuk dari bangku cadangan dan langsung memberikan dampak besar bagi Kroasia. Ia menjadi pemain keempat yang mencetak gol sebagai pemain pengganti untuk Kroasia di Piala Dunia setelah Bruno Petkovic, Lovro Majer, dan Ivica Olic. Pada usia 34 tahun 336 hari, Budimir juga menjadi pencetak gol tertua Kroasia di Piala Dunia. Ia memecahkan rekor sebelumnya milik Olic saat menghadapi Kamerun pada Piala Dunia 2014.
Kemenangan atas Panama menjadi bukti bahwa pengalaman masih menjadi kekuatan besar Kroasia. Bagi Modric, laga tersebut menjadi babak baru dalam perjalanan panjang bersama negara yang telah ia bela selama hampir dua dekade. Kroasia masih memiliki peluang untuk melaju ke fase gugur, dan Modric akan menjadi salah satu pemain kunci dalam upaya mereka mencapaiç®æ tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bola/read/7948557/luka-modric-tembus-200-caps-saat-kroasia-bungkam-panama, without altering the facts of the original article.