Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifHana Saraswati membagikan tiga keunikan film Lastri Arwah Kembang Desa yang merupakan urban legend dari Pati, Jawa Tengah. Film ini disutradarai oleh Hendry Tivo dan Hana Saraswati berperan sebagai Lastri, istri yang setia dan mencintai suami.
Keunikan Film Lastri Arwah Kembang Desa
Hana Saraswati mengungkapkan bahwa film Lastri Arwah Kembang Desa memiliki beberapa keunikan. Pertama, film ini merupakan urban legend yang dikenal publik hingga kini. “Urban legend dari Pati tapi memang kita produksinya di Lumajang,” katanya.
Selain itu, Hana Saraswati juga membahas daya tarik kedua, yakni naskah film. “Menurut saya, film Lastri Arwah Kembang Desa bagus banget naskahnya. Penulisannya apik, dramanya kental. Jadi mungkin banyak dari teman media mengira Lastri ini film horor karena dari font tulisan, tampilan posternya pun horor. Tapi perlu diyakini sebenarnya Lastri ini film drama. Kami menceritakan bukan soal Lastri menakut-nakuti orang,” beri tahu Hana Saraswati.
Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda
Film yang tayang di bioskop mulai 16 Juli 2026 ini menuturkan perjalanan Lastri semasa hidup sampai akhirnya menjadi urban legend. Masih segar dalam ingatan kali pertama Hana Saraswati disodori skenario Lastri Arwah Kembang Desa beberapa bulan lalu.
“Saya baca pertama kali itu penasaran karena selain ceritanya luar biasa menurut saya, secara penulisan terbagi dua fase. Jadi dalam dua jam tayang ini kita dibawa ke tahun 1980-an sama tahun 2020-an. Ada banyak hal yang diolah,” Hana Saraswati menyambung.
Apa Artinya Ini bagi Film Indonesia?
Ditemui di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026), Hana Saraswati menjanjikan meski terbagi dalam dua lini masa, alur cerita Lastri Arwah Kembang Desa tidak membingungkan dan tetap enak diikuti. Penokohan dalam naskah pun solid.
“Ketiga, pemilihan set. Entah kenapa yang dipilih set-nya horor semua. Jadi yang dipakai untuk rumah Lastri itu rumah kosong yang memang bekas peninggalan Belanda pula. Itu di tengah-tengah pabrik gula,” ia menjelaskan.
“Jadi mengerti, kan pabrik gula tuh identik dengan ya, we know, kita semua tahu. Jadi suasananya horor, terasa. Yang enggak percaya (soal hantu dan klenik) pun setelah syuting Lastri jadi percaya,” ujar Hana Saraswati.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Selain Hana Saraswati, Lastri Arwah Kembang Desa diperkuat sejumlah bintang lintas generasi yakni Yama Carlos, Audy Bella, Joe Richard, Ratu Meta, Debby Sahertian, hingga Gary Iskak, yang meninggal dunia pada November 2025.
Audy Bella yang juga menjabat produser menguak fakta, poster film Lastri Arwah Kembang Desa dibuat setelah Gary Iskak meningal dunia. Karenanya, foto Gary Iskak dalam poster menggunakan body double atau pemeran pengganti.
“Jadi bukan tubuh dia. Kami mencari yang mirip bodi dia terus dipasang (foto) mukanya almarhum,” cetus Audy Bella lalu mengenang Gary Iskak sebagai seniman dengan vibes positif, bertanggung jawab, dan berdedikasi di dunia seni peran.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/showbiz/read/7932064/hana-saraswati-ungkap-3-daya-tarik-film-lastri-arwah-kembang-desa-urband-legend-dari-pati, without altering the facts of the original article.