Gempa bumi dengan magnitudo 6,9 mengguncang timur laut Jepang pada Kamis pagi waktu setempat. Menurut Dinas Meteorologi Jepang (JMA), gempa tersebut terjadi di pesisir Prefektur Iwate di Samudera Pasifik dengan episentrumnya berkedalaman 50 kilometer. Gempa ini tidak berpotensi tsunami. Peringatan tsunami tidak dikeluarkan oleh otoritas setempat.
Gempuran yang Kuat
Gempa yang terjadi pukul 7:30 waktu setempat tersebut (05:30 WIB) memiliki skala intensitas gempa Jepang dengan nilai maksimum 7, yaitu 6 ke atas di Hashikami dan 6 ke bawah di Hachinohe — kedua wilayah tersebut terletak di Prefektur Aomori. Gempa dengan skala 6 ke atas berarti selama gempa, orang-orang tidak akan bisa berdiri atau bergerak kecuali dengan merangkak, sebagian besar mebel yang tak ditambatkan akan bergerak, dan barang-barang akan jatuh.
Gempa juga terasa di prefektur Miyagi, Hokkaido, Akita, Yamagata, dan Fukushima, serta Tokyo dan prefektur sekitarnya. Layanan kereta cepat Shinkansen Tohoku juga berhenti di antar stasiun Sendai dan Shin-Aomori setelah gempa, menurut pernyataan JR East.
Mengapa Gempa Ini Signifikan?
Gempa ini signifikan karena Jepang merupakan negara yang rawan gempa bumi. Lokasi Jepang berada di pertemuan empat lempeng tektonik besar, yaitu Lempeng Pasifik, Lempeng Filipina, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Amerika Utara. Kondisi geologi ini membuat Jepang sering mengalami gempa bumi.
Dampak bagi Warga dan Infrastruktur
Gempa ini berpotensi menyebabkan kerusakan pada bangunan dan infrastruktur. Skala intensitas gempa yang tinggi dapat menyebabkan bangunan runtuh, dan layanan publik terganggu. Selain itu, gempa ini juga dapat menyebabkan gangguan pada layanan transportasi, seperti yang terjadi pada layanan kereta cepat Shinkansen Tohoku.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah Jepang dan warga setempat masih harus waspada dan siap menghadapi potensi gempa bumi di masa depan. Jepang telah memiliki sistem peringatan dini gempa bumi yang efektif, namun kewaspadaan dan kesiapan warga setempat juga sangat penting. Warga harus selalu siap dan memiliki rencana kontinjensi untuk menghadapi gempa bumi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.viva.co.id/berita/dunia/1908594-gempa-m-69-guncang-jepang-tak-berpotensi-tsunami, without altering the facts of the original article.