Macet Horor di Pelabuhan Ketapang
Macet horor sepanjang 7 kilometer terjadi di Pelabuhan Ketapang, membuat arus lalu lintas menjadi sangat padat. Kepadatan ini sudah terjadi selama 3 hari ke belakang dan terjadi hampir tanpa henti di siang dan malam hari. Pelabuhan Ketapang yang merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali ini menjadi sangat penting dalam mendukung distribusi barang, sektor pariwisata, dan mobilitas masyarakat.
Apa yang Terjadi
Kepadatan kendaraan di Pelabuhan Ketapang bahkan mengular hingga sekitar 7 kilometer dan terjadi hampir tanpa henti di siang dan malam hari. Berdasarkan pemantauan di lapangan, keterbatasan dermaga membuat meningkatnya jumlah kendaraan logistik, bus, dan kendaraan pribadi tak bisa dilayani dengan cepat.
Mengapa dan Dampak
Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) Khoiri Soetomo mengungkapkan bahwa persoalan yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh kurangnya jumlah kapal yang beroperasi di layanan Ketapang-Gilimanuk. Biang kerok kemacetan justru terjadi karena keterbatasan kapasitas pelabuhan dan dermaga yang tersedia. Saat ini terdapat sekitar 56 kapal yang memiliki izin dan siap melayani lintas Ketapang-Gilimanuk. Namun kapasitas dermaga yang ada hanya mampu mengakomodasi sekitar 28 kapal untuk beroperasi secara efektif dalam satu siklus pelayanan. Artinya, sekitar 28 kapal lainnya harus menunggu giliran operasi sebagai kapal cadangan. Keterbatasan dermaga dan pelabuhan ini menjadi bukti perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan dermaga di jalur penyeberangan tersebut. Tanpa penambahan kapasitas infrastruktur secara signifikan, peningkatan jumlah kendaraan setiap tahun berpotensi menimbulkan kemacetan serupa pada masa libur panjang, hari besar keagamaan, maupun puncak aktivitas logistik nasional. Dampak dari kemacetan ini tidak hanya dirasakan oleh masyarakat yang melakukan perjalanan, tetapi juga berdampak pada efisiensi logistik nasional, biaya distribusi, dan daya saing ekonomi nasional.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pembangunan infrastruktur penyeberangan nasional perlu menjadi perhatian bersama. Selama bertahun-tahun, pihaknya telah mengusulkan percepatan pengembangan lintas Ketapang-Gilimanuk melalui pembangunan dermaga baru, perluasan kapasitas pelabuhan, optimalisasi Dermaga Bulusan, penambahan buffer zone kendaraan, pengembangan akses jalan, hingga percepatan penyediaan dan pembebasan lahan. Setiap penambahan dermaga baru tidak hanya membantu mengurangi antrean kendaraan, tetapi juga meningkatkan efisiensi logistik nasional, menekan biaya distribusi, mendukung pariwisata, memperkuat konektivitas antarwilayah, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya serius untuk mengatasi masalah ini dan meningkatkan kualitas layanan di Pelabuhan Ketapang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8546297/terungkap-biang-kerok-macet-horor-7-km-di-pelabuhan-ketapang, without altering the facts of the original article.