Pemerintah perlu memahami alasan konsumen mobil pertama menolak kendaraan hybrid. Pasalnya, segmen pembeli mobil pertama ini memiliki orientasi unik saat membeli dan menjual mobil. Mereka tidak hanya mempertimbangkan harga beli, tapi juga harga jual kembali di masa depan. “Misalnya di kami, itu kustomernya first car buyer (pembeli mobil pertama). Jadi mereka nggak bisa dipaksa (untuk membeli mobil hybrid sebagai mobil pertama mereka),” ungkap Marketing Director dan Corporate Communication Director PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Sri Agung Handayani.
Orientasi Pembeli Mobil Pertama
Agung menjelaskan bahwa pembeli mobil pertama memiliki perhatian besar pada resale value atau nilai jual kembali mobil. Mereka ingin memastikan bahwa mobil yang dibeli akan mudah dijual lagi di masa depan dengan harga bekas yang bagus. “Jadi mereka itu first car buyer. Berorientasinya bukan cuma pada saat beli. Karena belum beli aja, mereka udah mikirin berapa (harga) jualnya (kembali). Jadi profilingnya, mereka sangat memperhatikan itu (resale value). Takut mereka (kalau harus membeli mobil hybrid sebagai mobil pertama),” terang Agung.
Apa yang Terjadi?
Dari data yang ada, sekitar 65% konsumen mobil Daihatsu didominasi oleh pembeli mobil pertama. Artinya, mereka sebelumnya menggunakan kendaraan roda dua dan baru beralih ke roda empat alias mobil. Daihatsu sendiri sudah memiliki lini mobil hybrid dalam wujud Rocky Hybrid yang meluncur di pameran GIIAS 2025 lalu. Mobil ini didatangkan secara utuh dari Jepang. Namun, hingga saat ini, Daihatsu Rocky Hybrid baru mendapat pesanan sekitar 700 unit di Indonesia.
Mengapa dan Dampaknya
Menurut Agung, pembeli mobil pertama tidak bisa dipaksa untuk membeli mobil hybrid sebagai mobil pertama mereka. Mereka memiliki preferensi dan pertimbangan yang unik. “Mereka nggak bisa dipaksa,” tegas Agung. Dampaknya, produsen mobil perlu memahami preferensi konsumen dan tidak memaksakan teknologi hybrid pada pembeli mobil pertama. Pasalnya, jika produsen memaksakan teknologi hybrid pada segmen ini, maka dapat diprediksi bahwa penjualan mobil hybrid tidak akan optimal.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kesimpulannya, pemerintah dan produsen mobil perlu memahami alasan konsumen mobil pertama menolak kendaraan hybrid. Dengan demikian, mereka dapat membuat strategi yang tepat untuk meningkatkan penjualan mobil hybrid di Indonesia. Bagi Daihatsu, mereka masih terus memantau perkembangan pasar dan melakukan penyesuaian strategi untuk meningkatkan penjualan Rocky Hybrid. Bagi konsumen, mereka dapat memilih mobil yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://oto.detik.com/berita/d-8545608/konsumen-mobil-pertama-tak-bisa-dipaksa-beli-kendaraan-hybrid-ini-sebabnya, without altering the facts of the original article.