21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Organda khawatir antrean panjang solar subsidi mengancam keselamatan bus AKAP. Apa penyebabnya dan bagaimana dampaknya bagi transportasi umum?

Organisasi Angkutan Darat Indonesia (Organda) mengungkapkan kekhawatiran terkait antrean panjang solar subsidi yang mengancam keselamatan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP). Sekretaris Jenderal DPP Organda, Kurnia Lesani Adnan, mengatakan bahwa masalah BBM subsidi masih menjadi isu di beberapa daerah, terutama di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Papua.

Momen Penentu di Menit Akhir

Kurnia Lesani Adnan menjelaskan bahwa masalah QR code untuk mendapatkan BBM subsidi masih menjadi hambatan. Banyak QR code yang terpending dan ketika diajukan kembali, selalu ditolak. “Hal ini terjadi sejak bulan Februari lalu ketika Pertamina me-restart barcode sepihak dengan alasan kendaraan terindikasi melakukan praktik langsir BBM bersubsidi di daerah-daerah,” katanya.

🔖 Baca juga:
GIIAS 2025: Panduan Lengkap Beli Tiket Online dan Offline, Cek Harga dan Jadwalnya

Antrean panjang solar subsidi juga menghambat operasional kendaraan angkutan umum seperti bus AKAP. Di daerah jalan lintas timur, barat, tengah, dan kota-kota di Sumatera, antrean panjang terjadi setiap hari. “Antrean di SPBU ini terjadi karena suplai BBM dari Pertamina ke SPBU yang tidak sesuai kebutuhan penjualan di SPBU di daerah,” jelasnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kondisi ini sangat mengganggu operasional kendaraan angkutan umum dan berpotensi mengganggu keselamatan kendaraan angkutan umum. “Karena kendaraan habis waktu untuk mengantre, sehingga waktu untuk awak kendaraan istirahat, juga waktu untuk perawatan kendaraan tersebut jadi sempit bahkan hilang,” katanya.

🔖 Baca juga:
2 Raksasa Otomotif Jepang Hengkang dari RI, Pengusaha Otomotif Katakan Ini

Padahal, bulan Juni-Juli ini banyak masyarakat melakukan perjalanan menggunakan bus di musim libur sekolah. Namun, pengusaha angkutan umum berpotensi sulit mendapatkan BBM dan waktu istirahat awak kendaraan yang berkurang karena antre BBM subsidi. “Ini situasi yang sangat berisiko akan keselamatan terhadap pelayanan masyarakat,” katanya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah harus mengubah pola yang salah selama ini agar situasi ini tidak berlarut-larut ke depannya. Organda berharap pemerintah dapat menyelesaikan masalah BBM subsidi dan meningkatkan suplai BBM ke SPBU sehingga kendaraan angkutan umum dapat beroperasi dengan lancar dan aman.

🔖 Baca juga:
Marc Marquez Menang Lagi, Kini Hanya Tertinggal 40 Poin dari Pemimpin Klasemen

Dengan demikian, keselamatan dan kenyamanan penumpang bus AKAP dapat terjamin. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya serius untuk menyelesaikan masalah ini dan meningkatkan kualitas pelayanan angkutan umum di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://oto.detik.com/kendaraan-niaga/d-8545091/organda-menjerit-antrean-panjang-solar-subsidi-ancam-keselamatan-bus-akap, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *