7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Warga misterius tinggalkan Padukuhan Sari di Gunungkidul, kini bak kota hantu. Apa penyebabnya dan bagaimana kondisi terkini padukuhan yang dulunya ramai ini?

Warga Hilang Misterius, Padukuhan di Gunungkidul Kini Bak Kota Hantu

Padukuhan Sari di Kalurahan Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul, kini menjadi kota hantu karena banyaknya warga yang pindah setelah tetangga ikut program transmigrasi hingga keluarga berencana (KB). Warga Sari hilang misterius, meninggalkan rumah-rumah kosong dan bangunan yang rusak parah.

Padukuhan Sari berada tidak jauh dari Kantor Kalurahan Banjarejo, hanya sekitar 500 meter saja. Akses menuju ke Padukuhan Sari terbilang mudah, karena sudah terdapat jalan cor blok dan jalan kampung berupa tanah yang dipadatkan. Namun, ketika memasuki padukuhan ini, suasana yang dihadirkan sangat berbeda. Dua rumah yang ada di sini, salah satunya telah rusak parah dan tidak beratap, sedangkan rumah lainnya kini beralih fungsi menjadi kandang ayam.

Apa yang Terjadi pada Warga Sari?

Dukuh Sangen I, Suparno, mengatakan bahwa bangunan-bangunan itu dulunya merupakan tempat tinggal warga Sari. Suparno pernah mengunjungi Sari ketika menjabat sebagai Dukuh pada tahun 1998. “Saya menjabat dukuh itu tahun 1998, terus waktu saya menjabat itu Dukuh Sari masih aktif bahkan sempat berteman dengan saya. Tapi sekarang Pak Dukuh Sari sudah meninggal dunia,” katanya kepada wartawan di Banjarejo, Tanjungsari, Gunungkidul.

Suparno menceritakan bahwa dahulu Padukuhan Sari berpenghuni, meskipun jumlahnya tidak banyak. Sebagian besar penduduk dukuh ini berprofesi sebagai petani. “Padukuhan Sari dulu memang kecil, KK (kepala keluarganya) tidak banyak. Kalau penduduknya dulu ya aktivitas seperti biasa, kebanyakan orang tani dan menggarap lahan seperti biasanya,” ujar pria berusia 59 tahun ini.

Mengapa Warga Sari Pergi?

Namun, lambat laun penduduk di Sari pergi satu persatu. Bahkan, hingga tahun 1998 hanya ada beberapa KK yang tinggal di Sari. “Seingat saya tahun 1998 saya menjabat jadi dukuh itu di sini tinggal tiga atau empat KK,” ucapnya. Suparno tidak mengetahui penyebab warga yang tiba-tiba pergi meninggalkan Sari.

Lurah Banjarejo, Dwi Haryanto, membenarkan bahwa dahulu memang ada Pedukuhan Sari di Banjarejo. Akan tetapi, sekitar tahun 90-an, Pedukuhan itu akhirnya hilang dari wilayah administratif Banjarejo. “Kalau tidak salah tahun 90-an itu (Pedukuhan Sari dihapus dari wilayah administratif Banjarejo). Jumlah KK di Sari terbilang sedikit juga, dan karena semakin berkurang jadinya habis dan akhirnya dihapus,” ucapnya.

Dwi menyebut bahwa saat ada program transmigrasi ke Sumatera, ada beberapa warga Sari yang ikut program tersebut. Selanjutnya, anak-anak dari warga Sari banyak keluar untuk memulai hidup baru. “Jadi dulu itu ada program transmigrasi ke Sumatera dan ada warga Sari yang ikut. Selain itu, banyak anak-anak dari warga Sari yang nikah lalu keluar dari Sari,” katanya.

Dampak dan Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Akibat banyaknya warga yang pergi, Pedukuhan Sari hanya menyisakan para orang tua. Terlebih, ketika para orang tua yang tinggal di Sari meninggal dunia, membuat banyak orang merasa kesepian. “Nah, lambat laun karena tidak ada perkembangan penduduk dan yang tinggal yang tua-tua itu terus meninggal dunia, lalu yang masih hidup akhirnya memutuskan untuk pindah satu persatu,” ujarnya. Hingga tahun 90-an ke atas, akhirnya tidak ada warga yang tinggal di Sari.

Padahal, Dwi mengungkapkan bahwa akses jalan di Sari tidak jelek dan lokasinya juga tidak terpencil. “Sebenarnya akses jalan tidak masalah, dekat dengan Pedukuhan Padangan dan tidak terpencil karena dekat dengan kantor Kalurahan juga,” ucapnya. Kini, Padukuhan Sari menjadi kota hantu yang menyisakan bangunan-bangunan kosong dan rusak parah.

Kehilangan warga Sari menjadi misteri yang belum terpecahkan. Namun, yang jelas, Padukuhan Sari kini menjadi kota hantu yang mengingatkan kita akan pentingnya memperhatikan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://travel.detik.com/travel-news/d-8545494/bak-kota-hantu-kisah-padukuhan-di-gunungkidul-yang-hilang-ditinggal-penduduknya, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *