Kru India di Kapal Pertamina Gamsunoro Bikin Pelaut Indonesia Kaget di Selat Hormuz
Berita Hari Ini – 21 April 2026 | Seorang pelaut Indonesia yang tengah melintasi Selat Hormuz pada 21 April 2026 melaporkan percakapan tak terduga dengan kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) bernama Gamsunoro. Dalam dialog singkat berbahasa Inggris, pelaut tersebut menanyakan asal kru kapal, namun jawaban yang diterima mengungkap fakta mengejutkan: seluruh kru kapal tersebut adalah warga negara India.
Latar Belakang Penangkapan Komunikasi
Pertemuan terjadi ketika pelaut bernama Adrian, yang sedang berada di jalur perdagangan internasional, memperhatikan lampu sinyal Gamsunoro yang tampak terhenti karena ketegangan geopolitik di kawasan. Karena penasaran, ia mengirimkan pesan radio, “From where are you, India or Indonesia?”. Kru Gamsunoro menjawab, “Kru India, pemiliknya orang Indonesia tapi krunya India.” Adrian kembali bertanya, “Oh jadi semua krunya dari India ya? tidak ada orang Indonesia di sana?” Jawaban tegas datang, “Negatif, tidak ada orang Indonesia, semuanya India.”
Penjelasan Resmi PIS
Corporate Secretary PT Pertamina International Shipping (PIS), Vega Pita, memberikan keterangan resmi kepada media. Ia menegaskan bahwa Gamsunoro sedang disewa oleh pihak ketiga, sehingga penempatan ABK (awak bawahan kapal) mengikuti regulasi internasional serta standar operasional yang berlaku. PIS, sebagai anak perusahaan PT Pertamina yang bergerak di bidang pelayanan kelautan dan logistik, secara rutin menyewakan armada untuk pasar global, termasuk Asia, Eropa, Amerika, dan Afrika.
Menurut Vega, penyewaan kapal melibatkan kontrak kerja yang memperbolehkan pihak penyewa mengangkat kru sesuai dengan kebijakan negara asal dan persyaratan maritim internasional. Dalam kasus Gamsunoro, pihak ketiga memilih merekrut kru dari India, yang dianggap memiliki kualifikasi sesuai standar internasional.
Dampak Kejadian Terhadap Persepsi Publik
Kejadian ini cepat menyebar di media sosial, menimbulkan keheranan di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak netizen yang menyoroti fakta belum adanya ABK Indonesia di kapal milik negara, sementara perusahaan energi terbesar di Indonesia tetap mengandalkan sumber daya manusia asing untuk operasi tertentu.
Beberapa komentar menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi ABK Indonesia agar dapat bersaing di pasar global, sedangkan yang lain menilai kebijakan penyewaan kapal sudah sejalan dengan praktik industri maritim dunia.
Regulasi dan Standar Internasional
Menurut Konvensi Internasional tentang Standar Pelatihan, Sertifikasi, dan Watchkeeping (STCW), negara pemilik kapal dapat mengatur kebijakan perekrutan ABK, tetapi harus mematuhi standar keselamatan, kompetensi, dan kesejahteraan pelaut. PIS menyatakan bahwa semua kru India yang berada di Gamsunoro telah memenuhi persyaratan STCW serta sertifikasi yang diakui secara global.
Selain itu, peraturan Indonesia mengenai penggunaan ABK Indonesia di kapal berbendera Indonesia (Indonesian-flagged ships) tidak menghalangi pemilik kapal untuk menyewakan armada kepada entitas asing, asalkan prosedur administratif dipenuhi.
Reaksi Pemerintah dan Industri
Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Maritim) belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden ini. Namun, pejabat kementerian menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan maritim dan pelatihan teknis bagi pelaut Indonesia.
Di sisi lain, Asosiasi Perusahaan Pengapalan Indonesia (APPI) menyambut baik penjelasan PIS, mengingat penyewaan kapal dan penggunaan kru internasional merupakan praktik umum di industri pengapalan untuk mengoptimalkan biaya operasional.
Kesimpulan
Kejadian pelaut Indonesia menemukan seluruh Kru India di kapal Pertamina Gamsunoro menegaskan realitas operasional maritim global, di mana penyewaan kapal dan perekrutan tenaga kerja asing menjadi bagian dari strategi bisnis. Sementara itu, publik diharapkan memperoleh pemahaman lebih baik mengenai regulasi maritim dan pentingnya peningkatan kompetensi ABK Indonesia agar dapat bersaing di panggung internasional.