Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin, siap mengarungi final Polytron Indonesia Open 2026 dengan misi balas dendam melawan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Pertandingan final akan digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Minggu, 7 Juni 2026. Sebelumnya, Raymond/Joaquin kalah dari Goh/Izzuddin pada Indonesia Masters 2026 pada Januari lalu.
Pasangan Muda dengan Misi Balas Dendam
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin memiliki modal positif jelang laga puncak turnamen BWF World Tour Super 1000 tersebut. Mereka pernah mengalahkan pasangan Malaysia itu pada Australian Open level Super 500 dengan skor 21-15, 21-15. Final Indonesia Open 2026 sekaligus menjadi pertemuan ketiga kedua pasangan. Selain memperebutkan gelar Super 1000, pertandingan itu juga menjadi ajang pembuktian perkembangan Raymond/Joaquin yang tengah menanjak dalam beberapa bulan terakhir.
Kemenangan atas Sabar/Reza sebagai Modal
Raymond/Joaquin melangkah ke final setelah mengalahkan senior mereka, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani, dengan skor 21-15, 21-18 pada semifinal. Joaquin mengatakan kemenangan tersebut diraih melalui pertandingan yang tidak mudah. Pada gim kedua, kedua pasangan sempat terlibat persaingan ketat hingga skor imbang 16-16 sebelum Raymond/Joaquin berhasil menjauh.
Mengapa dan Dampak
Mengapa pertandingan ini penting? Pasangan muda Indonesia itu ingin membayar kekalahan mereka dari Goh/Izzuddin pada Indonesia Masters 2026. Dampaknya, jika Raymond/Joaquin berhasil mengalahkan Goh/Izzuddin, maka mereka akan menembus peringkat 10 besar dunia pada pekan depan, sesuai target yang telah dipasang sejak awal tahun. “Target kami untuk tahun ini top 10 dan minggu depan resmi. Sekarang ganti lagi target tujuh atau delapan, secepatnya,” ujar Raymond.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski akan tampil pada final Super 1000 pertama, Joaquin mengakui tekanan tetap ada. Namun, mereka telah disusun secara terstruktur dalam sebulan terakhir. Ia menilai persiapan tersebut membuat mereka mampu tampil lebih konsisten hingga menembus final Super 1000 pertama dalam karier mereka. “Kami sudah dijadwalkan sebulan latihan dan sudah terprogram. Apalagi Raymond, dia rajin sekali banyak tambahan. Mungkin kami lebih siap saja di pertandingan terakhir ini,” ujar Joaquin.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.tempo.co/read/2107235/raymondjoaquin-bawa-misi-pembalasan-di-final-indonesia-open, without altering the facts of the original article.