Rupiah diprediksi tembus Rp 18.000 per dolar AS dalam waktu dekat. Pengamat Ekonomi, Mata Uang & Komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada perdagangan hari ini. Pergerakan rupiah masih dipengaruhi kombinasi sentimen global dan domestik, terutama ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pelemahan Rupiah
Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah akan bergerak di kisaran Rp 17.950-Rp 18.020 per dolar AS. Pelemahan rupiah ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan inspeksi program nuklir Iran. Selain itu, akses terhadap dana Iran yang dibekukan juga menjadi perhatian pelaku pasar.
Meski terdapat sinyal positif setelah Amerika Serikat memberikan keringanan sanksi kepada Iran selama 60 hari dan meredanya konflik di Lebanon yang menopang sentimen pasar energi, pelaku pasar masih mencermati isu yang belum terselesaikan. Hal ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh rupiah dalam waktu dekat.
Dampak Pelemahan Rupiah terhadap Masyarakat
Pelemahan rupiah memiliki dampak yang signifikan terhadap masyarakat, terutama dalam hal harga barang dan jasa. Dengan melemahnya rupiah, harga barang impor akan meningkat, sehingga mempengaruhi daya beli masyarakat. Selain itu, pelemahan rupiah juga dapat mempengaruhi inflasi dan stabilitas ekonomi secara keseluruhan.
Upaya Pemerintah untuk Mengatasi Pelemahan Rupiah
Pemerintah terus berupaya untuk mengatasi pelemahan rupiah dan meningkatkan stabilitas ekonomi. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah subsidi. Pemerintah juga berencana untuk memperpanjang tenor Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi hingga 40 tahun, sehingga cicilan bulanan menjadi lebih ringan.
Selain itu, PT Geo Dipa Energi (Persero) juga mulai membangun Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Dieng Unit 2. Pembangkit energi bersih ini ditargetkan rampung pada Maret 2028 mendatang dan diharapkan dapat menambah kontribusi penyediaan tenaga listrik.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pelemahan rupiah masih menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat. Dengan adanya upaya-upaya yang dilakukan oleh pemerintah, diharapkan dapat meningkatkan stabilitas ekonomi dan mengurangi dampak pelemahan rupiah. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/bisnis/read/7993592/top-3-rupiah-berpotensi-tembus-18000-per-dolar-as, without altering the facts of the original article.