Rachel Hall, seorang wanita berusia 42 tahun, mengaku mengalami fobia makanan yang sangat ekstrem. Selama hampir 40 tahun, ia hanya mengonsumsi kentang dalam berbagai bentuk, seperti kentang panggang, kentang tumbuk, dan kentang goreng. Kondisi ini membuat hidupnya sangat terbatas dalam hal pilihan makanan.
Momen Penentu di Menit Akhir
Rachel mengatakan bahwa ia bukan penggemar berat kentang, tetapi menganggap makanan tersebut sebagai pilihan yang terasa aman untuk seleranya. “Bukan karena saya sangat menyukai kentang. Saya justru menganggapnya membosankan, tetapi saya memiliki fobia terhadap hampir semua jenis makanan lain,” ujarnya. Ia menjelaskan bahwa setiap kali mencoba mendekatkan buah atau sayuran ke mulutnya, refleks muntahnya langsung muncul. “Saya sangat takut tersedak. Kalau buah atau sayuran mendekati mulut saya, saya langsung merasa ingin muntah,” katanya.
Kondisi tersebut ternyata sudah muncul sejak usia balita. Menurut Rachel, orang tuanya dulu mengira ia hanya pilih-pilih makanan atau picky eater. Kondisi ini dikira akan berubah seiring bertambahnya usia. Namun, kebiasaan itu terus berlanjut hingga dewasa. Bahkan saat ulang tahun, ia selalu meminta kue tetapi tidak pernah memakannya. “Saya senang melihatnya, tetapi membayangkan memakannya saja sudah membuat saya merasa mual,” ungkapnya.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Perubahan terjadi ketika pemeriksaan kesehatan menunjukkan kadar kolesterolnya tinggi. Ia kemudian mencari bantuan dan berkonsultasi dengan hipnoterapis perilaku kognitif David Kilmurry. Setelah menjalani evaluasi, Rachel didiagnosis mengalami ARFID (Avoidant-Restrictive Food Intake Disorder), yaitu gangguan makan yang membuat penderitanya menghindari atau membatasi konsumsi makanan tertentu.
Setelah mengikuti delapan sesi hipnoterapi, Rachel mulai berani mencoba berbagai makanan baru. Kini ia mengaku menyukai pisang, stroberi, hingga casserole ayam dengan sayuran. “Saya merasa luar biasa. Sekarang saya bisa makan lebih sehat dan memiliki lebih banyak energi,” ujarnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
David Kilmurry mengaku bangga dengan perkembangan kliennya. “Saya sangat bangga karena Rachel berhasil mengatasi fobia makan sekaligus menginspirasi orang dewasa lain yang mengalami kondisi serupa. Gangguan ini ternyata lebih umum daripada yang dibayangkan dan banyak orang mengalaminya dalam diam,” pungkas David.
Kini, Rachel dapat menikmati makanan dengan lebih variatif dan sehat. Ia berharap dapat menjadi inspirasi bagi orang lain yang mengalami kondisi serupa. Dengan bantuan terapi, Rachel dapat mengatasi fobia makannya dan memiliki harapan untuk hidup lebih sehat di masa depan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kasus Rachel menunjukkan bahwa gangguan makan dapat berdampak signifikan pada kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman tentang kondisi ini. Dengan demikian, orang yang mengalami gangguan makan dapat memperoleh bantuan yang tepat dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://food.detik.com/info-kuliner/d-8547165/fobia-makanan-wanita-ini-selama-40-tahun-cuma-makan-kentang, without altering the facts of the original article.