JAFF Market 2026 akan menjadi ajang penting bagi industri perfilman Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan mendorong ekosistem film nasional menuju standar internasional. Business Director JAFF Market, Sekartini Seruni, menyatakan bahwa penyelenggaraan JAFF Market tahun ini memiliki fokus membangun ekosistem film yang lebih kuat. “Tahun pertama kita buktikan Indonesia sudah bisa bikin film market berskala internasional. Tahun kedua kita menunjukkan kredibilitas. Di tahun ketiga kita fokus membangun ekosistem,” ujarnya.
Momen Penentu di Menit Akhir
JAFF Market 2026 akan diselenggarakan pada tanggal 28-30 November 2026 di Jogja Expo Center, Yogyakarta. Sekartini Seruni menambahkan bahwa JAFF Market tahun ini mengusung slogan “The Biggest Film Market in Indonesia” atau “Pasar Film Terbesar di Indonesia.” Penyelenggaraan JAFF Market tahun-tahun sebelumnya telah menunjukkan keberhasilan dalam meningkatkan industri perfilman Indonesia. Pada JAFF Market 2025, acara ini mencatat 7.784 pengunjung dari 21 negara dan menghasilkan nilai kesepakatan bisnis sebesar Rp43,2 miliar, serta memberikan dampak ekonomi mencapai Rp130 miliar.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
JAFF Market 2026 juga melakukan sejumlah penyesuaian operasional untuk memberikan ruang yang lebih optimal bagi para peserta. Sekartini menjelaskan bahwa hari pertama penyelenggaraan akan dikhususkan bagi pemegang akreditasi. “Hari pertama kita hanya untuk peserta terakreditasi agar mereka punya ruang dan waktu lebih banyak untuk bertemu dan berdiskusi. Hari kedua dan ketiga baru kita mengajak komunitas dan masyarakat umum,” jelasnya. Senior Vice President of MSME Amar Bank, Josua Sloane, mengungkapkan alasan pihaknya kembali mendukung JAFF Market. Menurutnya, industri film saat ini menunjukkan tren positif.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Keterlibatan sektor perbankan di penyelenggaraan JAFF Market dinilai dapat membantu mengatasi persoalan pendanaan yang selama ini menjadi tantangan bagi para pelaku industri. Chair of Badan Perfilman Indonesia, Fauzan Zidni, menyambut baik keterlibatan sektor perbankan di penyelenggaraan JAFF Market. “Salah satu kendala di industri film memang belum banyak sektor ekonomi yang mau terlibat. Saya pikir ini bagus karena ada institusi perbankan yang mau mempelajari industri film,” ungkapnya. Dengan demikian, JAFF Market 2026 diharapkan dapat meningkatkan kualitas industri perfilman Indonesia dan mendorong ekosistem film nasional menuju standar internasional.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
JAFF Market 2026 menjadi ajang penting bagi industri perfilman Indonesia untuk meningkatkan kualitas dan mendorong ekosistem film nasional menuju standar internasional. Dengan keterlibatan sektor perbankan dan penyesuaian operasional, JAFF Market 2026 diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi industri perfilman Indonesia. “Kalau industri perfilman dibangun dengan baik, dampaknya akan sangat besar,” ungkap Josua Sloane. Oleh karena itu, JAFF Market 2026 menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas industri perfilman Indonesia dan mendorong ekosistem film nasional menuju standar internasional.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/showbiz/read/8007355/jaff-market-2026-siap-digelar-perkuat-ekosistem-industri-film-nasional, without altering the facts of the original article.