Layangan, Sumber Penghasilan Tak Terduga di Banjarmasin
Di tengah musim panas dan liburan sekolah, anak-anak di Banjarmasin menemukan cara unik untuk menghabiskan waktu luang mereka. Mereka tidak hanya bermain layangan, tetapi juga menjadikannya sebagai sumber penghasilan. Layangan, atau yang juga dikenal sebagai kelayangan dalam bahasa Banjar, menjadi barang yang dicari dan diperjualbelikan.
Seorang remaja dengan cekatan memanjat pohon dan berupaya mengambil sesuatu yang tersangkut di dahan. Ternyata benda yang diburu hingga ke atas pohon itu sebuah layang-layang. Momen tersebut berlangsung Minggu (28/6/2026) menjelang senja di kawasan Jl Cempaka, Kertak Baru Ulu, Banjarmasin Tengah, tak jauh dari Masjid Al Jihad.
Momen Penentu di Menit Akhir
Musim panas dan liburan sekolah membuat anak-anak mencari kegiatan yang menyenangkan. Salah satu kegiatan yang mereka lakukan adalah bermain layangan. Namun, tidak hanya sekedar bermain, mereka juga mencari layangan yang putus dan kemudian menjualnya. Tohir, salah satu remaja yang melakukan kegiatan ini, mengungkapkan bahwa berburu dan mengejar layangan putus itu mengasyikan. “Memang kita bisa saja beli layangan. Tapi kalau mendapatkannya dengan cara berburu layangan putus, itu sebuah sensasi mengasyikan,” tukasnya.
Proses berburu layangan dimulai dengan mengamati adu layangan. Ketika melihat layangan yang kalah dan melayang jatuh, perburuan dimulai. Alat yang digunakan hanya batang bambu atau tongkat kayu, gunanya mengait benang layangan sehingga mudah diambil.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Madan, salah satu remaja yang juga berburu layangan, mengatakan bahwa layangan yang mereka dapat itu kemudian dijual lagi sehingga ada nilai ekonomisnya. “Dijual masih laku, jadi hasil berburu itu harganya Rp5 ribu, Rp10 ribu dan Rp15 ribu per layangan,” terang Madan. Omset berjualan layangan ini tidak sedikit, kata Madan, dari sejumlah layangan yang didapat bisa menghasilkan pendapatan Rp450 ribu.
Dengan demikian, kegiatan berburu layangan putus tidak hanya menjadi kegiatan yang menyenangkan, tetapi juga menjadi sumber penghasilan bagi anak-anak di Banjarmasin. Mereka dapat menikmati waktu luang mereka sambil menghasilkan uang.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meskipun kegiatan ini sudah menjadi sumber penghasilan bagi beberapa anak, namun masih banyak hal yang perlu dipertimbangkan. Bagaimana kegiatan ini dapat berkelanjutan dan tidak hanya menjadi kegiatan sementara? Bagaimana anak-anak dapat meningkatkan nilai jual layangan yang mereka dapat? Ini adalah beberapa pertanyaan yang masih perlu dijawab.
Kegiatan berburu layangan putus ini dapat menjadi contoh bagi anak-anak lain untuk mencari sumber penghasilan yang kreatif dan menyenangkan. Dengan demikian, mereka dapat menikmati waktu luang mereka sambil mengembangkan keterampilan dan menghasilkan uang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1366797/melihat-kebiasaan-anak-anak-berburu-layangan-di-banjarmasin-hobi-berbuah-cuan, without altering the facts of the original article.