Amerika Serikat (AS) dan Iran sepakat untuk menghentikan serangan terhadap satu sama lain “untuk saat ini” dan akan mengadakan pertemuan di Doha, Qatar, pada Selasa, 30 Juni, untuk membahas sengketa tentang Selat Hormuz. Kedua belah pihak akan menghentikan serangan “untuk saat ini” dan “kapal dapat lewat dengan bebas” saat negosiasi teknis dijadwalkan berlanjut.
Ketegangan di Timur Tengah
Amerika Serikat dan Iran telah meningkatkan ketegangan di Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir. AS meluncurkan serangan terhadap beberapa target Iran pada Jumat dan Sabtu, dengan alasan “terus-menerus agresi Iran terhadap kapal komersial” di Selat Hormuz. Iran kemudian membalas dengan menyerang beberapa posisi militer AS di wilayah tersebut.
Momen Penentu di Menit Akhir
Sebelumnya, delegasi AS dan Iran telah sepakat untukå»ºç« sebuah hotline antara militer AS dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC) Iran untuk mengkoordinasikan lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Namun, hingga Sabtu, hotline tersebut masih belum operasional.
Apa Artinya Ini bagi Dunia?
Ketegangan antara AS dan Iran memiliki dampak signifikan pada keamanan maritim di Selat Hormuz, salah satu jalur kapal tanker minyak terbesar di dunia. Konflik ini juga dapat mempengaruhi harga minyak dunia dan stabilitas ekonomi global.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pertemuan di Doha pada Selasa akan membahas sengketa tentang Selat Hormuz dan keamanan maritim di wilayah tersebut. Kedua belah pihak harus bekerja sama untuk mencapai kesepakatan yang dapat mengurangi ketegangan dan memastikan keamanan kapal-kapal yang lewat di Selat Hormuz.
Dengan kesepakatan untuk menghentikan serangan, AS dan Iran menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka masih terbuka untuk diplomasi dan negosiasi. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mencapai kesepakatan yang langgeng dan memastikan keamanan di wilayah tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://en.tempo.co/read/2110912/us-iran-halt-attacks-hold-strait-of-hormuz-talks-in-doha, without altering the facts of the original article.