Film Supergirl yang merupakan bagian dari DCU (DC Universe) karya James Gunn dan Peter Safran, tidak memenuhi ekspektasi pasar pada akhir pekan perdana. Film tersebut hanya mengantongi $38 juta di pasar domestik Amerika Utara dan $68 juta secara global. Padahal, film ini memiliki modal produksi yang cukup besar, yaitu $175 juta.
Performa yang Kurang Memuaskan
Co-CEO DC Studios, Peter Safran, akhirnya buka suara menanggapi performa akhir pekan perdana Supergirl. Menurutnya, hasil tersebut tidak menggoyahkan rencana besar studio ke depan. “Meskipun Supergirl tidak memenuhi ekspektasi box office kami, ini hanya salah satu komponen dari strategi jangka panjang yang lebih luas di DC Studios,” kata Safran. Ia juga menambahkan bahwa pihaknya masih percaya diri dengan rencana mereka.
Lesunya penjualan tiket pada pekan pembuka ini disinyalir turut dipengaruhi beberapa faktor eksternal, seperti gelombang panas ekstrem yang melanda, serta kompetisi Piala Dunia yang menyedot perhatian massa. Sebagai perbandingan, raihan domestik kisah debut solo Kara Zor-El di semesta baru DCU ini hanya unggul tipis dari pembukaan Joker: Folie a Deux yang mengemas $37,6 juta.
Tantangan di Tengah Persaingan
Namun, Supergirl berhasil mencatatkan rekor sebagai film pahlawan super dengan persentase pembukaan akhir pekan tertinggi dalam sejarah IMAX. Terhitung sekitar 51 persen dari total pendapatan bioskop disumbang oleh format IMAX dan Premium Large Format (PLF), dengan kantong pendapatan dari layar IMAX sendiri menyentuh angka $7,4 juta.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Performa yang kurang memuaskan ini tentu memiliki dampak pada rencana DC Studios ke depan. Namun, Safran menegaskan bahwa pihaknya masih percaya diri dengan rencana mereka. “Kami tetap percaya diri dengan hal tersebut,” katanya. Pihak DC Studios kini langsung mengalihkan fokus pada beberapa proyek mendatang yang sudah masuk dalam daftar upcoming untuk menjaga momentum semesta sinematik mereka.
Beberapa proyek mendatang yang siap dirilis meliputi film Clayface garapan sutradara James Watkins yang dijadwalkan tayang 23 Oktober di bioskop. Langkah itu akan disusul proyek Man of Tomorrow karya James Gunn yang dipersiapkan tayang pada 9 Juli 2027, serta penayangan serial Lanterns yang dijadwalkan rilis di saluran HBO pada tahun ini.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan demikian, DC Studios masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan mereka. Meskipun Supergirl tidak memenuhi ekspektasi pasar, namun film ini masih memiliki potensi untuk menjadi bagian dari semesta sinematik yang lebih luas. Oleh karena itu, pihak DC Studios masih percaya diri dengan rencana mereka dan akan terus berusaha untuk mencapai tujuan mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260629094057-220-1374526/bos-dc-akui-box-office-supergirl-gagal-capai-target, without altering the facts of the original article.