21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Gita Wirjawan desak kepemimpinan nasional fokus pada integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. Apa yang salah dengan pemimpin populer tapi tidak etis?

Gita Wirjawan, mantan Menteri Perdagangan periode 2011-2014, menyerukan agar orientasi kepemimpinan nasional di Indonesia ditata ulang. Menurutnya, bangsa ini harus berhenti fokus pada elektabilitas dan popularitas, dan bergeser pada ukuran yang lebih menentukan, yaitu integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. Desakan ini disampaikan dalam Public Lecture Series menyambut Dies Natalis ke-1 Universitas Harkat Negeri (UHN) di Kampus Tegal.

Kepemimpinan Masa Depan Harus Etik

Gita Wirjawan menekankan bahwa Indonesia sebenarnya memiliki modal yang lebih dari cukup untuk memimpin kawasan. Wilayah yang luas, penduduk dalam jumlah besar, sumber daya alam, keanekaragaman hayati, dan kebinekaan merupakan beberapa contoh modalitas yang dimiliki. Namun, menurutnya, modal itu tidak akan berarti tanpa keberanian untuk menerobos batas dan tampil sebagai bangsa beradab.

🔖 Baca juga:
Mendagri: Kondisi Wilayah Gempa Palu Sudah Terkendali

Yang diperlukan, kata Gita, adalah keberanian mengikuti jejak bangsa-bangsa yang kuat yang mengedepankan kekuatan moral, intelektual, etika, kapasitas kognisi, dan kemampuan membangun narasi. Namun, ia menyoroti bahwa titik yang kerap diabaikan adalah cara bangsa ini memilih pemimpin. Obsesi pada angka survei telah menggeser ukuran kepemimpinan dari hal yang semestinya menentukan.

Mengapa Kepemimpinan Etik Penting?

Gita Wirjawan menjelaskan bahwa kepemimpinan mendatang haruslah ditata ulang. Kita tidak boleh mabuk pada elektabilitas dan popularitas, tetapi harus bergeser orientasi untuk melihat integritas, kapabilitas, dan etikabilitas. Menurutnya, salah satu cara keluar dari jebakan sensasionalitas dewasa ini adalah dengan investasi secara agresif untuk memperbaiki mutu pendidikan kita.

Gaji guru harus diperbaiki secara revolusioner, dan profesi guru harus ditempatkan sebagai profesi yang sangat dihargai. Dengan demikian, putra-putri bangsa terbaik akan berebut menjadi guru. Pandangan kita harus diarahkan jauh ke depan, jangan terperangkap pada sensasi terus-menerus.

🔖 Baca juga:
Kasus Meninggalnya Peserta Diklatsarmil SPPI, Kodam VI/Mulawarman Ungkap Penyebab Heat Stroke

Dampak bagi Generasi Muda

Generasi muda harus memiliki keberanian untuk berpikir lintas batas. Mereka harus siap menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton perubahan. Gita Wirjawan menekankan bahwa anak muda tidak cukup menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi pencipta inovasi.

Dengan demikian, generasi muda dapat menentukan arah kawasan dan memimpin Indonesia menjadi bangsa yang diperhitungkan di ASEAN. Oleh karena itu, pendidikan yang berkualitas dan guru yang profesional sangat penting untuk mencetak generasi muda yang berani dan beradab.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kuliah umum yang diselenggarakan di Kampus UHN Tegal tersebut menegaskan semangat think globally, act locally. Gita Wirjawan mengajak semua pihak untuk membaca peta dunia dari kota di pesisir utara Jawa, lalu menerjemahkannya menjadi kerja nyata di tingkat daerah.

🔖 Baca juga:
Aksi Solidaritas SPPG: Pegawai Ikut Demo Dukung MBG di Jakarta

Dengan kerja sama dan keberanian, Indonesia dapat menjadi bangsa yang diperhitungkan di kawasan dan dunia. Oleh karena itu, kita harus terus berupaya meningkatkan kualitas kepemimpinan dan pendidikan, serta mencetak generasi muda yang berani dan beradab.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/gita-wirjawan-di-uhn-tegal-kepemimpinan-mendatang-harus-ditata-ulang-jangan-mabuk-elektabilitas-tanpa-etikabilitas-260625m.html, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *